Masih Ada Kampung Tradisional di Kabupaten Bekasi, Datang ke Kampung Cijambe Desa Ridogalih Cibarusah
Kampung Tradisional dengan nuansa rumah panggung di Kampung Cijambe, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah--
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID CIBARUSAH – Kabupaten Bekasi selama ini begitu lekat dengan kawasan industri, gedung-gedung pabrik, pergudangan, perumahan modern dan geliat pembangunan yang terus berkembang. Namun, di bagian selatan wilayah ini masih terdapat kawasan pedesaan yang menyimpan suasana berbeda. Kampung Cijambe, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, memperlihatkan kehidupan masyarakat yang masih dekat dengan rumah kayu, kebun, sawah, ternak dan berbagai kebiasaan tradisional Sunda.
Keberadaan kampung ini menjadi menarik karena berada di tengah perubahan Kabupaten Bekasi yang begitu cepat. Ketika kawasan Cikarang dan wilayah sekitarnya semakin dipenuhi bangunan modern, Kampung Cijambe justru masih mempertahankan wajah pedesaan yang sederhana. Rumah-rumah tradisional, halaman luas dan lingkungan yang hijau membuat kawasan ini seperti menyimpan potongan kehidupan Sunda masa lalu yang masih berjalan hingga sekarang.
Memasuki kawasan Kampung Cijambe, suasana yang ditemui cukup berbeda dibandingkan gambaran Kabupaten Bekasi yang selama ini banyak dikenal. Tidak terlihat dominasi bangunan tinggi atau deretan kawasan komersial. Pemandangan justru didominasi rumah warga, pepohonan, kebun, lahan pertanian dan jalan kampung yang menghubungkan satu permukiman dengan permukiman lainnya.
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian adalah keberadaan rumah-rumah tradisional berbahan kayu. Sebagian rumah masih mempertahankan bentuk rumah panggung yang identik dengan hunian tradisional Sunda. Material kayu dan bambu menjadi bagian dari bangunan, sementara halaman rumah yang cukup luas memberikan ruang bagi warga untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Rumah-rumah tersebut bukan sekadar bangunan lama yang dipertahankan untuk menjadi pajangan. Sebagian masih dihuni dan digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas keluarga tetap berlangsung di dalam dan sekitar rumah, sehingga keberadaan rumah tradisional tersebut terasa sebagai bagian dari kehidupan kampung yang masih berjalan.
Halaman yang luas juga menjadi ciri tersendiri. Di kawasan perkotaan, lahan rumah biasanya terbatas dan setiap bagian lahan dimanfaatkan untuk bangunan. Sementara di Kampung Cijambe, ruang terbuka di sekitar rumah masih dapat ditemukan. Halaman menjadi tempat warga melakukan berbagai aktivitas sekaligus ruang untuk berinteraksi dengan tetangga.
Kesederhanaan tersebut semakin terasa ketika melihat keberadaan amben atau balai-balai yang terbuat dari bambu dan kayu. Tempat duduk sederhana itu biasanya berada di luar rumah dan digunakan warga untuk beristirahat maupun berbincang. Tidak membutuhkan ruang khusus dengan fasilitas modern, interaksi sosial dapat berlangsung begitu saja di halaman rumah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




