HUT RI Kabupaten Bekasi 2026

LRT Jabodebek Coba Berangkat 05.30 WIB, Kejar Penumpang Whoosh Pagi

LRT Jabodebek Coba Berangkat 05.30 WIB, Kejar Penumpang Whoosh Pagi

LRT Jabodebek uji coba berangkat pukul 05.30 WIB pada 1–10 Oktober 2026 untuk memperkuat koneksi ke Whoosh di Stasiun Halim.--

KARAWANG BEKASI, DISWAY.ID — Ada kabar baru untuk pengguna transportasi publik Jabodebek yang membutuhkan perjalanan lebih pagi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan uji coba perjalanan awal LRT Jabodebek pukul 05.30 WIB untuk memperkuat konektivitas menuju Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Halim.

Uji coba ini menyasar kebutuhan masyarakat yang tidak hanya mengandalkan satu moda transportasi dalam perjalanan. Dengan jadwal lebih awal, pengguna dari kawasan yang dilayani LRT Jabodebek mendapat opsi untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Whoosh dari Stasiun Halim.

Uji Coba Dimulai Pukul 05.30 WIB

Uji coba perjalanan awal LRT Jabodebek berlangsung pada Kamis, 1 Oktober hingga Sabtu, 3 Oktober 2026. KAI kemudian melanjutkan uji coba pada Senin, 5 Oktober hingga Sabtu, 10 Oktober 2026.

Dalam periode tersebut, LRT Jabodebek menjalankan perjalanan pada relasi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia–Jatimulya dengan keberangkatan awal pukul 05.30 WIB. Setelah perjalanan awal itu, layanan kembali mengikuti jadwal reguler mulai pukul 06.05 WIB dan seterusnya.

Perubahan sementara ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi publik sejak pagi. Terlebih, Stasiun Halim menjadi titik penting karena menghubungkan LRT Jabodebek dengan layanan Kereta Cepat Whoosh.

Tiba di Halim Pukul 05.54 WIB

Perjalanan uji coba LRT Jabodebek pukul 05.30 WIB dijadwalkan tiba di Stasiun Halim pada pukul 05.54 WIB. Dengan waktu tersebut, pengguna memiliki alternatif perjalanan lebih awal untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh.

Jadwal ini memberikan pilihan bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan pagi dari Stasiun Halim. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan jadwal keberangkatan Whoosh dan menghitung waktu perpindahan antarmoda.

Konektivitas tersebut menjadi semakin relevan karena perjalanan masyarakat kerap melibatkan lebih dari satu moda. LRT Jabodebek dapat menjadi bagian dari perjalanan dari kawasan asal menuju Halim sebelum pengguna melanjutkan perjalanan dengan kereta cepat.

KAI Uji Kebutuhan Mobilitas Pagi

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan konektivitas antarmoda menjadi bagian penting dalam menghadirkan transportasi publik yang lebih terintegrasi.

“Perjalanan masyarakat tidak selalu menggunakan satu moda dari awal hingga tujuan akhir. Karena itu, konektivitas antarmoda menjadi penting agar masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang saling terhubung,” ujar Radhitya.

Menurut dia, uji coba perjalanan lebih awal tersebut juga bertujuan melihat kesesuaian jadwal dengan kebutuhan masyarakat yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh.

“Melalui uji coba ini, LRT Jabodebek berupaya melihat kesesuaian perjalanan lebih awal dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh,” katanya.

LRT dan Whoosh Terhubung di Halim

LRT Jabodebek terhubung dengan Kereta Cepat Whoosh melalui Stasiun Halim. Hubungan antarmoda tersebut memberikan opsi perjalanan bagi masyarakat dari kawasan yang dilayani LRT Jabodebek untuk meneruskan perjalanan dengan kereta cepat.

Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Halim melayani perjalanan menuju Bandung dan sejumlah tujuan lainnya. Karena itu, akses menuju Stasiun Halim menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan penumpang yang menggunakan lebih dari satu moda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: