Pelajar Bekasi Disorot, Polisi Gandeng Dunia Usaha Siapkan Generasi Emas
Dua Polres di Bekasi Raya menggandeng sekolah, Kadin dan APINDO untuk melindungi pelajar sekaligus menyiapkan keterampilan kerja.--
KARAWANG BEKASI, DISWAY.ID — Dua Polres di BEKASI Raya bergerak memperkuat perlindungan pelajar sekaligus menyiapkan mereka menghadapi dunia kerja. Polres Metro BEKASI Kota dan Polres Metro BEKASI menggandeng Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Kadin, APINDO, serta pelaku usaha untuk membangun kerja sama yang lebih terarah.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di kawasan Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/9/2026). Pertemuan itu mempertemukan isu perlindungan pelajar dengan kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang di Bekasi Raya.
Polisi Soroti Ancaman di Luar Sekolah
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan persoalan pelajar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas belajar di ruang kelas. Menurutnya, siswa SMA dan SMK juga perlu mendapat perhatian karena mereka akan memasuki usia produktif dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah.
“Kita sedang menyiapkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang hari ini belajar di SMA dan SMK akan menjadi bagian dari generasi produktif pada masa itu,” kata Putu Kholis.
Karena itu, Putu menilai persiapan generasi muda harus dimulai sejak mereka masih berada di bangku sekolah. Perlindungan, pendampingan dan pengembangan kemampuan perlu berjalan bersamaan agar pelajar memiliki bekal menghadapi masa depan.
“Kalau ingin mereka siap berkarya dan membawa daerah ini maju, kita harus menjaga serta mempersiapkan mereka mulai sekarang,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putu juga menyoroti berbagai persoalan yang dapat menyeret pelajar di luar lingkungan sekolah. Tawuran, balap liar hingga mobilisasi menuju aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh menjadi sejumlah risiko yang perlu mendapat perhatian.
Menurut Putu, sebagian pelajar rentan dimanfaatkan atau dihasut untuk melakukan tindakan yang justru merugikan diri sendiri. Karena itu, persoalan tersebut membutuhkan kepedulian bersama dari kepolisian, sekolah, orang tua hingga masyarakat.
FKPMS Jadi Penghubung Polisi dan Sekolah
Untuk memperkuat perlindungan tersebut, kepolisian mendorong Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah atau FKPMS. Forum yang digagas Kapolda Metro Jaya itu mempertemukan kepolisian, sekolah dan orang tua untuk memperkuat komunikasi mengenai persoalan yang dihadapi pelajar.
Komunikasi yang lebih intensif diharapkan dapat membantu pihak terkait mengenali masalah sejak awal. Dengan begitu, pendampingan terhadap pelajar dapat berjalan sebelum persoalan berkembang menjadi tindakan yang membahayakan.
Melalui pendekatan tersebut, perlindungan pelajar tidak hanya berfokus pada penanganan setelah terjadi masalah. Pendampingan juga diarahkan untuk membantu siswa tetap aman, melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka.
Sekolah Diminta Gandeng Perusahaan
Selain perlindungan, rapat koordinasi tersebut membahas kesiapan pelajar memasuki dunia kerja. Putu Kholis menilai sekolah perlu membangun kemitraan berkelanjutan dengan perusahaan agar siswa memperoleh pengalaman dan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
Kerja sama itu tidak cukup hanya mempertemukan sekolah dengan perusahaan. Pendampingan dan pengawasan juga perlu berjalan selama siswa menjalani pembelajaran di lingkungan industri.
“Sekolah dan dunia usaha perlu berjalan bersama sejak anak-anak masih belajar. Kita ingin mereka mendapat bimbingan yang baik, mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan, dan memiliki arah yang jelas setelah lulus,” ujar Putu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




