HUT RI Kabupaten Bekasi 2026

Dua Saksi Kuatkan Nyumarno Tak Pukul Korban, Kuasa Hukum Siapkan Saksi Ahli

Dua Saksi Kuatkan Nyumarno Tak Pukul Korban, Kuasa Hukum Siapkan Saksi Ahli

Sidang lanjutan kasus pemulukan di Pengadilan Negeri Cikarang-Risky Pangestu (Cikarang Ekspres)-

KARAWANG BEKASI DISWAY.ID - Sidang perkara dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menjerat anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno bersama Eko Brahmantyo Joko Wibowo dan Basroni, kembali digelar di Pengadilan Negeri Cikarang, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi pada 30 September 2026.

Dalam sidang lanjutan tersebut, kubu terdakwa menghadirkan dua saksi, yakni Saripudin alias Aming dan Iyum Anandasari alias Nanda. Keduanya memberikan keterangan terkait keributan yang terjadi di Restoran Shao Kao Cikarang pada 30 Oktober 2025 lalu.

Salah satu keterangan yang mencuat datang dari Iyum Anandasari alias Nanda. Di hadapan majelis hakim, Nanda dengan tegas menyatakan Nyumarno tidak melakukan pemukulan terhadap korban saat keributan pecah.

Nanda mengaku berada satu meja dengan Nyumarno ketika situasi mulai memanas. Ia datang ke restoran sekitar pukul 23.00 WIB bersama Rizky Pamelia alias Lea.

Menurut dia, keributan bermula ketika pelapor bernama Fendi berteriak dan menggebrak meja hingga sebuah botol bir terjatuh dan pecah.

"Sebelumnya saya dengar Fendi itu teriak-teriak, marah-marah. Lalu gebrak meja, sampai jatuh botol," kata Nanda dalam persidangan.

Melihat situasi semakin panas, Nanda kemudian memilih menjauh ke arah kasir karena merasa takut. Ia mengatakan Nyumarno sempat berdiri ketika suasana mulai memanas, namun langsung ditahan oleh temannya.

"Bapak ini (Nyumarno) sempat berdiri itu. Tapi ditahan teman saya," ujarnya.

Kuasa hukum kemudian memastikan apakah Nyumarno ikut melakukan pemukulan terhadap korban.

"Tidak terlibat, bapak ini (Nyumarno) tidak mukul, saya lihat sendiri," jawab Nanda.

Dia menegaskan kesaksiannya tersebut berdasarkan apa yang dilihatnya secara langsung. Ia mengaku terus memperhatikan posisi Nyumarno karena khawatir rekannya ikut menjadi sasaran keributan.

"Ya saya yakin karena saya melihat langsung, dijagain teman saya. Saya juga perhatiin juga karena khawatir teman saya ikut kepukul, tapi enggak," katanya.

Tak hanya Nyumarno, Nanda juga mengaku tidak melihat Eko Brahmantyo dan Basroni melakukan pemukulan terhadap korban.

Meski mengaku melihat aksi pemukulan, Nanda menyebut tidak mengetahui siapa pelakunya. Ia justru melihat sejumlah orang dari luar ikut masuk ke dalam restoran dan terlibat dalam keributan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: https://karawangbekasi.disway.id/

Berita Terkait