HUT RI Kabupaten Bekasi 2026

Shorebase Jadi Ujung Tombak Logistik Migas, Efisiensi Operasi Jadi Taruhan

Shorebase Jadi Ujung Tombak Logistik Migas, Efisiensi Operasi Jadi Taruhan

Shorebase menjadi bagian penting rantai pasok migas, mendukung mobilisasi material, keselamatan, dan kelancaran operasi offshore di Indonesia.--

KARAWANG BEKASI, DISWAY.ID – Aktivitas industri migas tidak hanya bergantung pada kemampuan perusahaan mengeksplorasi dan memproduksi minyak serta gas. Di balik operasi tersebut, ada rantai logistik yang harus bergerak cepat agar material, peralatan, dan berbagai kebutuhan lapangan tiba sesuai waktu.

Di sinilah shorebase memainkan peran penting. Fasilitas logistik yang berada di darat ini menjadi penghubung antara kebutuhan operasional di darat dengan aktivitas migas di wilayah perairan maupun lepas pantai.

shorebase Jadi Penghubung Darat dan Lepas Pantai

Secara umum, shorebase menyediakan fasilitas untuk menerima, menyimpan, menyiapkan, hingga mengirimkan berbagai kebutuhan operasi menuju lokasi kerja. Fasilitas tersebut biasanya mencakup dermaga atau area pelabuhan, laydown area, gudang, area penyimpanan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Perannya semakin krusial ketika perusahaan menjalankan kegiatan migas offshore. Sebab, setiap tahapan operasi memiliki kebutuhan logistik yang berbeda, mulai dari eksplorasi, pengeboran, pengembangan lapangan, hingga produksi.

Pada fase eksplorasi dan pengeboran, misalnya, perusahaan membutuhkan berbagai peralatan pengeboran dan material pendukung. Sementara ketika memasuki tahap produksi, kebutuhan logistik dapat berubah menjadi pengiriman material, peralatan, serta kebutuhan operasional secara rutin.

Sejumlah peralatan juga membutuhkan waktu pengadaan yang panjang. Karena itu, perusahaan membutuhkan perencanaan rantai pasok yang matang agar kebutuhan operasi tidak terganggu.

Fasilitas Shorebase Tersebar di Sejumlah Wilayah

Indonesia memiliki sejumlah shorebase yang beroperasi di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya berada di Lamongan, Sampang, Penajam, Batam, dan Lhokseumawe.

Fasilitas tersebut telah beroperasi selama bertahun-tahun dan memiliki pengalaman dalam mendukung aktivitas industri migas. Dukungan itu mencakup kegiatan eksplorasi, pengeboran, hingga produksi.

Shorebase juga tidak sekadar menjadi lokasi penyimpanan barang. Aktivitas di dalamnya mencakup berthing, cargo handling, serta mobilisasi material dan peralatan menuju lokasi operasi.

Dengan fungsi tersebut, shorebase menjadi salah satu titik penting dalam pengelolaan logistik migas. Keberadaannya membantu perusahaan menyesuaikan kebutuhan operasional dengan karakter pekerjaan dan lokasi yang dilayani.

Eastkal Shorebase Beroperasi 24 Jam

Salah satu fasilitas yang menjalankan fungsi tersebut adalah Eastkal Shorebase di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. PT Pelabuhan Penajam Banua Taka (Eastkal) menyediakan layanan kepelabuhanan terintegrasi selama 24 jam.

Layanan Eastkal mencakup berthing, cargo handling, storage, serta berbagai layanan pendukung lainnya. Seluruh aktivitas tersebut berkaitan langsung dengan pergerakan dan penanganan kebutuhan operasional industri.

Karakteristik kargo migas juga membuat pengelolaan shorebase membutuhkan kesiapan khusus. Ukuran, bobot, dimensi, hingga tingkat kompleksitas kargo dapat berbeda sehingga perusahaan perlu memastikan kesiapan fasilitas, peralatan, dan tenaga kerja.

Eastkal memiliki pengalaman menangani kargo seperti Christmas Tree (X-Tree) dan riser. Aktivitas tersebut mendapat dukungan peralatan serta tenaga kerja yang telah tersertifikasi migas.

Keselamatan Jadi Faktor Kunci

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: