Embung Wanakaya Cirebon Mengering, Hamparan Rumput Hijau Justru Ramai Dikunjungi Warga
Embung Wanakaya Cirebon Mengering, Hamparan Rumput Hijau Justru Ramai Dikunjungi Warga--
Jawa Barat, Disway.id - Embung Wanakaya di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, mengering di tengah musim kemarau. Kondisi tersebut membuat wajah embung yang biasanya dipenuhi air berubah menjadi hamparan rerumputan hijau.
Rumput tumbuh merata di sejumlah bagian dasar embung setelah permukaan air menyusut. Pemandangan yang berbeda dari biasanya itu justru menarik perhatian warga untuk datang dan menghabiskan waktu di sekitar lokasi.
Menjelang sore, suasana Embung Wanakaya semakin menarik. Cahaya matahari berwarna keemasan menyinari kawasan tersebut sehingga hamparan rumput di dasar embung terlihat lebih mencolok.
BACA JUGA:BMKG Diminta Jadi Penentu Kebijakan, Risiko Bencana Jangan Tunggu Korban!
Sejumlah warga terlihat datang bersama keluarga. Mereka duduk-duduk santai dan memanfaatkan area sekitar embung untuk melepas penat. Kondisi itu berbeda ketika embung masih terisi air dan lebih banyak dimanfaatkan warga untuk memancing.
Salah seorang warga, Tri, mengaku sudah cukup sering mengunjungi Embung Wanakaya. Warga Desa Kroya, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, itu biasanya datang bersama anak-anaknya ketika embung masih dipenuhi air.
"Kalau ke sini sih sudah sering. Kalau pas ada airnya juga sering ke sini sama anak-anak, jalan-jalan," kata Tri saat ditemui di lokasi, baru-baru ini.
Menurut Tri, kondisi embung yang mulai mengering telah berlangsung selama beberapa pekan. Kondisi serupa, kata dia, juga terjadi pada musim kemarau tahun sebelumnya.
"Iya, kalau kemarau kering. Tahun kemarin juga begini, kering," ujarnya.
Meski mengering, kondisi tersebut justru membuat jumlah pengunjung meningkat. Tri menyebut warga yang datang pada musim kemarau lebih ramai dibandingkan ketika Embung Wanakaya masih terisi air.
"Sekarang lebih banyak, rame. Kalau lagi ada airnya paling ada beberapa yang nongkrong di sini," tutur Tri.
Menurutnya, warga biasanya mulai berdatangan pada sore hari. Area dasar embung yang ditumbuhi rumput menjadi tempat bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk bermain maupun sekadar duduk santai.
"Kalau kemarau setiap sore itu emang rame," kata Tri.
Sementara itu, seorang warga Desa Wanakaya mengatakan Embung Wanakaya telah mengering selama lebih dari dua pekan. Kondisi tersebut terjadi setelah wilayah tersebut memasuki musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



