HUT RI Kabupaten Bekasi 2026

Centralia, Kota Mati di Amerika yang Terus Terbakar Selama Puluhan Tahun

Centralia, Kota Mati di Amerika yang Terus Terbakar Selama Puluhan Tahun

Centralia, Kota Mati di Amerika yang Terus Terbakar Selama Puluhan Tahun--

PENNSYLVANIA, Disway.id — Centralia pernah menjadi salah satu kawasan pertambangan batu bara yang cukup ramai di Pennsylvania, Amerika Serikat. Kota ini dahulu dipenuhi aktivitas warga dan menjadi bagian penting dari industri pertambangan setempat.

 

Namun, wajah Centralia berubah drastis setelah kebakaran bawah tanah melanda kawasan tersebut. Api yang muncul dari tambang batu bara terbengkalai itu terus membakar hingga mengubah Centralia menjadi kota yang nyaris ditinggalkan seluruh penduduknya.

 

Dilansir dari Business Insider, Centralia mulai berkembang pada 1866 dan dikaitkan dengan insinyur pertambangan Alexander Rae. Sebelumnya, akses menuju wilayah tersebut telah terbuka setelah Jalur Kereta Api Mine Run selesai dibangun pada 1854. Jalur itu menjadi salah satu akses penting untuk mengangkut batu bara dari lembah menuju berbagai kota lainnya.

BACA JUGA:Menembus Awan di The Ranch Ciater, Menikmati Sejuk Pegunungan Bandung Utara

Seiring berkembangnya aktivitas pertambangan, Centralia tumbuh menjadi kawasan yang cukup padat. Berdasarkan data Sensus Amerika Serikat, jumlah penduduk kota tersebut mencapai 2.761 jiwa pada 1890.

 

Selama bertahun-tahun, kehidupan masyarakat Centralia sangat bergantung pada pertambangan batu bara. Tambang menjadi sumber mata pencaharian sekaligus penggerak perekonomian kota.

 

Situasi berubah pada 1962 ketika kebakaran terjadi di kawasan tersebut. Awalnya, peristiwa itu dianggap sebagai kebakaran biasa. Namun, penyelidikan kemudian menemukan fakta yang jauh lebih mengkhawatirkan.

 

Api ternyata telah menjalar ke jaringan tambang batu bara bawah tanah yang sudah ditinggalkan. Jaringan tambang tersebut membentang di bawah sebagian besar wilayah Centralia sehingga api dapat terus menyebar melalui lapisan batu bara di bawah permukaan tanah.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: