Totalitas Pemkab Karawang Atasi Kekeringan, Puluhan Pompa Air Disebar ke 11 Kecamatan
Bantuan Pompa air untuk atasi kekeringan di Kabupaten Karawang mulai disalurkan secara bertahap-Rizki Andika / Karawang Bekasi Ekspres-
KARAWANG BEKASI DISWAY.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat terus memperkuat upaya penanganan kekeringan yang mengancam lahan pertanian.
Puluhan kelompok tani di sejumlah wilayah terdampak mulai mendapat bantuan pompa dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi tanaman pada Senin (24/8).
Kabid Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Perikanan Karawang, Lilis Suryani, mengatakan bantuan pompa dari Kementerian Pertanian telah disalurkan secara bertahap.
Tahap awal, sebanyak 63 unit pompa berukuran 3 inci telah didistribusikan ke 22 kecamatan. Pompa tersebut diperuntukkan bagi lahan pertanian dengan luasan sekitar 3 hingga 5 hektare.
Selain itu, sebanyak 14 unit pompa berukuran 4 dan 6 inci juga telah didrop ke sejumlah wilayah, di antaranya Pakisjaya, Cilamaya Wetan, dan Pedes.
“Besok dari Kementan akan ada 93 unit pompa berukuran 4 hingga 6 inch, khusus ke wilayah yang mengalami kekeringan di 11 kecamatan,” ujar Lilis, Senin (24/8).
Namun, pendistribusian pompa nantinya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Salah satu pertimbangannya adalah ketersediaan sumber air yang dapat digunakan untuk mengoperasikan pompa.
Selain pompa berukuran 3 hingga 6 inci, Kementan juga telah menyalurkan irigasi perpompaan (irpom) berkapasitas sekitar 8 inci. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mengairi lahan dengan cakupan sekitar 20 hingga 30 hektare.
“Untuk irigasi perpompaan ada 35 unit. Irpom sudah bisa dipakai dan kebanyakan berada di titik-titik kekeringan dengan luasan 20 sampai 30 hektare,” katanya.
Penanganan kekeringan juga dilakukan dengan memperbaiki jaringan irigasi tersier yang menjadi salah satu penunjang pengairan lahan pertanian.
Normalisasi Irigasi Sasar Pakisjaya dan Cilamaya
Dinas Pertanian dan Perikanan Karawang telah mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan dan normalisasi saluran irigasi tersier. Pekerjaan tersebut telah dilakukan di wilayah Pakisjaya dan kini berlanjut ke Cilamaya Wetan.
Selanjutnya, normalisasi direncanakan menyasar wilayah Cilamaya Kulon, Pedes dan sejumlah daerah lainnya yang membutuhkan.
Lilis mengatakan kerusakan jaringan irigasi tersier di Karawang masih cukup banyak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



