Ambil Sampel Dugaan Limbah Oil Spill Cemarajaya, Ini Penjelasan DLH Karawang
DLH Kabupaten Karawang ambil sampel limbah oil spill Cemarajaya di Kecamatan Cibuaya-Siska Karawang Bekasi Ekspres-
KARAWANG BEKASI DISWAY.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang melakukan verifikasi lapangan terkait dugaan pencemaran limbah oil spill yang ditemukan di wilayah pesisir Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi dan sumber limbah yang mencemari kawasan tersebut.
Kepala DLH Karawang Asep Suryana melalui Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan, Luki Mantera Dwi Putra Romly, mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi lapangan pada Selasa (25/8).
“DLH sudah melakukan verifikasi lapangan ke lokasi dugaan limbah oil spill di Cemarajaya pada hari Selasa kemarin,” ujarnya, Rabu (26/8).
Dalam kegiatan tersebut, petugas DLH juga mengambil sampel limbah yang ditemukan di lokasi. Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa melalui pengujian laboratorium untuk mengetahui karakteristik dan kandungan limbah.
“Kami juga sudah mengambil sampel limbah tersebut untuk dilakukan pengujian di laboratorium,” tuturnya.
Luki mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu bahan dalam proses investigasi untuk mengetahui sumber limbah yang ditemukan di kawasan Cemarajaya.
Ia mengatakan bahwa saat ini DLH belum dapat memastikan apakah limbah oil spill tersebut berasal dari aktivitas kegiatan Offshore North West Java (ONWJ) atau bukan.
“Untuk saat ini belum dapat dipastikan sumber limbah tersebut berasal dari aktivitas kegiatan ONWJ atau bukan. Harus dilakukan investigasi lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses investigasi akan dilakukan secara lebih mendalam dengan melihat berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan munculnya limbah tersebut di lokasi.
Selama proses investigasi berlangsung, pemerintah daerah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), masyarakat dan pihak ONWJ akan melakukan penanganan terhadap spill oil yang berada di kawasan tersebut.
“Selama proses investigasi berjalan, pemda, Forkopimcam, masyarakat dan ONWJ akan melakukan penanganan terhadap spill oil yang ada,” ungkapnya.
Ia menegaskan, upaya penanganan limbah tetap dilakukan secara bersamaan dengan proses investigasi. Menurutnya, penanganan di lapangan tidak harus menunggu hingga proses pemeriksaan dan investigasi selesai.
“Proses penanganan tetap dilaksanakan sambil proses investigasi juga berjalan,” pungkasnya. (Sis)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



