Bahu Membahu Percepat Normalisasi Irigasi, Mentan Amran-Bupati Aep Turun ke Lokasi Kekeringan Karawang
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Karawang Aep Syaepuloh turun langsung meninjau kondisi pertanian di Kecamatan Kutawaluya-Siska Karawang Bekasi Ekspres-
KARAWANG BEKASI DISWAY.ID — Pemerintah Pusat lewat Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Karawang bahu membahu melakukan percepatan penanganan kekeringan yang berdampak terhadap lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang.
Satu di antaranya, percepatan normalisasi jaringan irigasi sebagai upaya memastikan pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan suplai air selama musim kemarau.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Karawang Aep Syaepuloh turun langsung meninjau kondisi pertanian di Kecamatan Kutawaluya, khususnya pada lahan pertanian sekitar 80 hektare yang terdampak kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang Rochman mengatakan, lahan sekitar 80 hektare yang ditinjau tersebut merupakan salah satu wilayah yang mengalami kendala pasokan air.
“Wilayah yang terdampak ini tersebar di empat kecamatan, yaitu Pakis, Pedes, Cilamaya hingga arah Tirtamulya,” ujarnya.
Menurut Rochman, kekeringan yang terjadi tidak semata-mata dipicu oleh musim kemarau, tetapi juga dipengaruhi terganggunya distribusi air akibat kondisi jaringan irigasi yang belum optimal. Sejumlah saluran irigasi sekunder mengalami pendangkalan dan dipenuhi gulma.
“Sejumlah saluran irigasi sekunder mengalami pendangkalan. Selain itu, ada juga pertumbuhan gulma seperti eceng gondok dan ganggang yang menghambat aliran air, sehingga pasokan ke wilayah hilir, termasuk Kecamatan Pakis, menjadi tidak optimal,” katanya.
Bantuan Pompanisasi 35 Titik
Sebagai langkah penanganan, Kementan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mempercepat normalisasi saluran irigasi melalui pengerukan sedimentasi dan pembersihan gulma menggunakan alat berat excavator. Penanganan juga akan melibatkan petani dan masyarakat melalui kegiatan gotong royong.
“Normalisasi ini kita percepat agar aliran air kembali lancar. Selain menggunakan alat berat, pengendalian juga akan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan petani dan masyarakat,” jelasnya.
Di samping normalisasi irigasi, Pemerintah Kabupaten Karawang mengusulkan bantuan pompanisasi di 35 titik. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian yang belum memperoleh pasokan secara optimal dari sumber air permukaan.
Rochman berharap berbagai langkah tersebut mampu menekan dampak kekeringan sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Karawang. “Kami berharap langkah-langkah ini bisa mengurangi dampak kekeringan sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Karawang,” pungkasnya.
Usulkan Asuransi Tani di APBD Perubahan 2026
Untuk memberikan perlindungan tambahan kepada petani, Pemkab Karawang juga menyiapkan kembali program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) melalui APBD Perubahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



