HUT RI Kabupaten Bekasi 2026

Disperindagkop UKM Karawang Dorong Pengembangan Wirausaha Baru Sektor Kriya Batik

Disperindagkop UKM Karawang Dorong Pengembangan Wirausaha Baru Sektor Kriya Batik

Disperindagkop UKM Karawang Dorong Pengembangan Wirausaha Baru Sektor Kriya Batik.--KBEDISWAY

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID — Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi dan UMKM (DisperindagkopUKM) Kabupaten Karawang terus berupaya memperkuat ekosistem industri kreatif lokal melalui program pelatihan dan pendampingan membatik. Langkah strategis ini dilakukan untuk mencetak wirausaha baru sekaligus meningkatkan kualitas serta daya saing para pengrajin batik di wilayah Kabupaten Karawang.

 

Kepala Bidang UMKM Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang, Leoni, menyampaikan bahwa pelatihan dasar yang diselenggarakan selama lima hari berfokus pada pengenalan serta penguasaan teknik-teknik dasar membatik. Pelatihan tersebut mencakup pembuatan pola, pewarnaan, hingga teknik dasar batik tulis dan batik cap. Meski berdurasi singkat, para peserta ditargetkan sudah mampu menghasilkan karya kain batik mereka sendiri.

 

"Pelatihan selama lima hari itu fokusnya ke pengenalan dan kemampuan dasar. Kalau untuk memenuhi standar kualifikasi atau menjadi pengrajin profesional, peserta harus mengikuti training lanjutan untuk lebih menguasai teknik membatik," ujar Leoni, Senin (28/9).

 

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Disperindagkop UKM Karawang juga siap memberikan fasilitasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) serta bantuan alat produksi bagi peserta yang berkomitmen menekuni profesi ini. Hingga saat ini, tercatat sekitar delapan unit usaha pengrajin batik yang berkembang di Kabupaten Karawang, dengan fasilitas workshop utama berada di Batik Putri Sanggabuana dan Batik Tulis.

 

Guna memperluas jangkauan pasar, Disperindag memfasilitasi pemasaran produk batik lokal melalui pameran offline di outlet Dekranasda Karawang. Upaya ini dinilai efektif dalam menjaring pasar yang lebih luas. 

 

"Peluang pasar produk kriya dan batik sebetulnya sangat besar. Contohnya Gifa Craft dan Namita yang berhasil mendapatkan pesanan dalam jumlah besar, termasuk dari Bank BJB cabang Karawang," jelas Leoni.

 

Mengenai aspek permodal dan kapasitas produksi, pemerintah daerah mendorong para pengrajin untuk bermitra dengan lembaga perbankan maupun memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Salah satu contohnya adalah keberhasilan Batik Tulis yang memperoleh dukungan pendanaan dari program TJSL Peruri untuk memperkuat lini produksi serta memberdayakan tenaga kerja disabilitas.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: