Modus Pecah Kaca di Cikampek, Uang Rp 1,3 Miliar Dalam Mobil Listrik Raib Digasak Maling
Modus Pecah Kaca di Cikampek, Uang Rp 1,3 Miliar Dalam Mobil Listrik Raib Digasak Maling.--KBEDISWAY
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Satu unit mobil listrik dibobol maling dengan modus pecah kaca di Jalan Raya Dawuan Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (28/9). Akibatnya, uang tunai sebesar Rp 1,3 miliar didalam tas raib dibawa kabur.
"Benar peristiwa tersebut. Kami tadi malam sudah menerima laporan polisi dari korban dan dua orang saksi sudah kita lakukan pemeriksaan. Dan kami sedang menyelusuri dari mana mulai korban berangkat dan sampai dengan di mana terjadinya tidak berangkat tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Karawang, Kompol Ali Jupri.
Ali Jupri mengatakan, kejadian bermula saat tiga korban—dua di antaranya WNA—baru saja mengambil uang tunai perusahaan senilai Rp 1,9 miliar di Bank BCA wilayah Cikampek. Uang tersebut dibagi dalam dua tas terdiri dari Rp 600 juta dan Rp 1,3 miliar.
"Di tengah perjalanan saat hendak masuk gerbang Tol Kalihurip, mobil korban dihampiri dua orang tak dikenal mengenakan sepeda motor metik. Pelaku bilang jika ban mobil bagian belakang korban mengalami kempes," jelasnya.
Menurut Ali Jupri, seakan tak menaruh curiga, ketiganya lantas berhenti dan mengecek ban bagian belakang mobil. Di saat itu lah pelaku lain memecah kaca mobil bagian kanan dan mengambil tas senilai Rp 1,3 miliar.
"Pelaku diindikasikan menggunakan motor Satria FU yang memecahkan kaca, dan langsung membawa tas milik korban," ungkapnya.
Ali menduga para pelaku merupakan sindikat yang terdiri dari 4 orang atau lebih, dan telah membuntuti korban sejak dari bank.
"Pelaku kami perkirakan bisa jadi 3 sampai 4 orang. Ada yang memantau situasi di bank, ada yang sebagai pemutus," tuturnya.
Pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait kasus tersebut dengan melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi.
"Sejauh ini dua orang saksi sudah kami periksa. Kami juga masih mendalami rangkaian kasus tersebut untuk mengungkap para pelaku," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




