Gegara Korek Api, Pelajar 15 Tahun Tewas Duel Celurit
Gegara Korek Api, Pelajar 15 Tahun Tewas Duel Celurit.--karawangbekasi.disway.id
“Jadi pada saat mereka duel saling sabet, kemudian korban dan pelaku itu sama-sama mundur. Namun, pelaku merasa melihat bahwa dari duel tersebut korban mengeluarkan darah. Pelaku berlari pulang, sedangkan korban langsung jatuh di TKP,” jelasnya.
Peristiwa berdarah itu sempat memunculkan dugaan adanya tawuran antarkelompok remaja di wilayah Sukatani. Namun, polisi memastikan kejadian tersebut bukan tawuran, melainkan duel yang melibatkan dua orang.
“Bukan, bukan tawuran. Ini fix duel satu lawan satu,” tegas Nano.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, polisi bergerak mencari RM. Petugas sempat mendatangi rumahnya sekitar pukul 06.00 WIB. Namun, saat itu RM berdalih tidak keluar rumah.
Polisi kembali mendatangi rumah tersebut sekitar pukul 08.00 WIB dan menangkap RM tanpa perlawanan. Petugas juga mengamankan celurit berukuran lebih besar yang diduga digunakan dalam duel tersebut.
“Untuk barang bukti, kita temukan dari pelaku di rumahnya, sajam yang lebih besar yang digunakan pelaku. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti kita lakukan penyidikan lebih lanjut di Polsek Sukatani,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, RM yang masih berusia 15 tahun diproses sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Polisi menyebut sangkaan yang diterapkan berkaitan dengan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana Pasal 467 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 80 jo. Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Nano mengingatkan orang tua dan pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak, terutama aktivitas pada malam hingga dini hari. Ia juga mengimbau para pelajar tidak membawa senjata tajam maupun menyelesaikan perselisihan dengan kekerasan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


