Indonesia Targetkan Peluncuran B50 Biodiesel pada 2026, Siap Kurangi Impor BBM
Indonesia targetkan B50 biodiesel pada 2026, kurangi impor BBM dan tingkatkan harga sawit. Uji teknis 8 bulan dilakukan sebelum peluncuran resmi.--
Disway.id – Pemerintah Indonesia menargetkan penerapan B50 biodiesel—bahan bakar campuran 50% minyak sawit dan 50% solar—mulai tahun 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program B40 yang saat ini sudah berjalan, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak dan memperkuat industri kelapa sawit dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, peluncuran B50 tidak dapat dilakukan pada Januari 2026 karena masih dibutuhkan uji teknis selama sekitar delapan bulan. Uji ini bertujuan memastikan kelayakan penggunaan B50 pada berbagai jenis mesin kendaraan, alat berat, dan industri.
“Program B50 akan memerlukan pasokan sekitar 19 juta kiloliter biodiesel per tahun, meningkat dari 15,6 juta kiloliter pada program B40. Kami menyiapkan infrastruktur dan memastikan kualitas bahan baku sesuai standar,” ujar perwakilan Kementerian ESDM.
BACA JUGA:Mitsubishi Destinator Meluncur di Makassar, Perkuat Kehadiran di Kawasan Timur Indonesia
Tantangan yang dihadapi meliputi kesiapan industri otomotif, adaptasi infrastruktur penyimpanan dan distribusi bahan bakar, serta ketersediaan minyak sawit berkualitas tinggi. Pemerintah juga mendorong investasi baru di sektor biodiesel agar kapasitas produksi dapat memenuhi target.
Pelaku industri dan petani sawit menyambut positif kebijakan ini. Mereka berharap kebijakan B50 dapat meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani dan menjaga stabilitas pasar.
Namun, pengamat lingkungan mengingatkan agar peningkatan kebutuhan minyak sawit tidak mendorong ekspansi lahan yang berdampak negatif terhadap hutan.
Dengan implementasi B50, Indonesia diharapkan mampu menghemat devisa, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat ketahanan energi nasional.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: