Akar Kekecewaan Publik: Mengapa Demo Kian Ricuh?
Demo ricuh dipicu tunjangan DPR Rp50 juta/bulan, biaya hidup naik, PHK, pemangkasan anggaran, hingga kenaikan pajak daerah yang makin bebani rakyat.--
Jakarta, Disway.id – Gelombang unjuk rasa yang berlangsung di berbagai daerah belakangan ini kian memanas hingga berujung ricuh. Pengamat menilai, akar kekecewaan masyarakat sudah terlanjur tinggi akibat sederet kebijakan kontroversial.
Salah satu pemicu utama ialah kebijakan tunjangan besar bagi anggota DPR yang mencapai sekitar Rp50 juta per bulan, kontras dengan kondisi ekonomi rakyat yang semakin sulit. Kebijakan ini dianggap mencerminkan ketimpangan sosial yang mencolok.
Selain itu, lonjakan biaya hidup, maraknya PHK, serta pemangkasan anggaran pendidikan dan kesehatan semakin memperburuk keterpurukan masyarakat. Situasi ini membuat publik merasa tidak mendapatkan perlindungan dan perhatian yang layak dari pemerintah.
Tak hanya di tingkat nasional, kebijakan lokal pun turut memicu amarah warga. Kenaikan PBB-P2 hingga 250% di Pati, Jawa Tengah, misalnya, memicu demonstrasi besar-besaran yang berakhir ricuh.
Akumulasi berbagai persoalan inilah yang dinilai menjadi bahan bakar utama di balik kericuhan demo yang semakin meluas.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: