Marjuki Resmikan Jembatan Kalijambe Graha Prima
KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BM-BK) Kabupaten Bekasi meresmikan Jembatan kalijambe di wilayah Graha Prima. Jembatan tersebut penghubung dua kecamatan, yakni Kecamatan Tambun Selatan dan Kecamatan Tambun Utara. “Jembatan ini dibangun dengan menggunakan APBD Tahun 2021 yang bersumber dari pajak yang bapak ibu setorkan ke pemerintah daerah. Pemerintah hanya menjadi fasilitator dalam membangun jembatan ini yang diperuntukkan untuk masyarakat kabupaten bekasi yang setiap hari berlalu lalang warga masyarakat sekitar,†kata Plt Bupati Bekasi, Akhmad marjuki kepada awak media, kemarin (6/1). Ia juga berpesan kepada masyarakat agar bisa bersama-sama merawat dan menjaga Jembatan Kalijambe. “Saya berharap saling bersama-sama menjaga merawat bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab semua warga kabupaten Bekasi. Rawatlah ini bersama sama dari tangan tangan yang tidak bertanggung jawab terutama dari vandalisme atau dalam bentuk apapun yang akan merubah atau merusak bangunan jembayan ini,â€terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas (SDA BM-BK) Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan menjelaskan, latar belakang dibangunnya Jembatan Kalijambe mengingat usia konstruksi dari jembatan tersebut sudah lebih dari 20 tahun sehingga terjadi penurunan kualitas konstruksi yang ada “Jenis konstruksi Jembatan Kalijambe ini dibangun dengan besipon sehingga di tengahnya ada tiang yang mana saat terjadinya musim penghujan tiang di tengah jembatan tersebut menjadi penghambat daripada sampah-sampah yang berakibatkan terjadinya luapan dan banjir di daerah sekitar jembatan ini,†terang Iwan. Sementara itu, Kepala Bidang Jembatan pada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Ambarusno mengungkapkan, Jembatan Kalijambe ini paling banyak menjadi sorotan dari beberapa jemabatan yang di bangun. Pasalnya, ini akan menjadi jembatan ikonik. Menurut Ambarusno, nanti akan desainnya seperti ada lighting lampu yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Namun, untuk sementara lighting-nya akan diatur setiap hari lima jam.Antara pukul 18:00 sampai pukul 23:00 WIB. Ditargetkan dalam waktu 120 hari bisa selesai. “Jembatan Kalijambe ini, desain-nya ikonik. Pembangunan jembatan ini yang paling menarik perhatian,†ucapnya. Dijelaskan Ambarusno, alasan pembangunan Jembatan Kalijambe ini,karena menjadi penyumbat, mengingat kondisinya berbentuk gorong-gorong, sehingga sangat mengganggu aliran air. “Jembatan Kalijambe ini, bentuknya gorong-gorong, sehingga aliran air tersumbat, ditambah dengan volume sampah. Makanya, kami lakukan pembangunan,†bebernya. Ambarusno mengakui, pembangunan jembatan dan pemeliharaan, memang bukan satu-satunya langkah untuk menanggulangi banjir. Akan tetapi, setidaknya bisa mengurangi dampak banjir yang kerap melanda Kabupaten Bekasi. Kemudian, pembangunan jembatan ini, juga bisa dilintasi kendaraan, sehingga membantu kegiatan ekonomi masyarakat. “Memang program ini menjadi prioritas. Sebelumnya, kami mengadakan giat untuk tanggap bencana banjir, yang dipusatkan di Graha Prima ini,†pungkasnya. (mil/mhs/kbe)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: