Tragedi Longsor Sampah Bantar Gebang Disorot DPR, Sistem Pengelolaan Sampah Diminta Dibenahi
Petugas gabungan melakukan pencarian korban pasca longsor gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.--
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID — Peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Anggota Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di tempat pembuangan sampah.
Menurutnya, langkah cepat diperlukan tidak hanya untuk menangani korban, tetapi juga untuk memastikan kondisi lokasi longsor dapat segera dipulihkan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Yang pertama tentunya, penanganan harus dilakukan secepat dan sebaik mungkin. Baik penanganan korban maupun penanganan lokasi longsor harus menjadi prioritas,” ujar Jalal dikutip dari Instagram Jakarta Info Kamis, (12/3/2026).
Ia menambahkan, penanganan tersebut perlu dilakukan secara serius oleh pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dengan pengawasan ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Selain penanganan darurat, Jalal juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi longsor di seluruh tempat pembuangan akhir sampah.
Menurutnya, mitigasi tidak boleh hanya difokuskan pada TPST Bantar Gebang saja, melainkan juga diterapkan di berbagai fasilitas pengelolaan sampah di Indonesia.
“Ini bukan hanya untuk TPA Bantargebang saja. Tapi untuk diterapkan di semua TPA atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Semua potensi yang membahayakan harus ditekan serendah mungkin,” katanya.
BACA JUGA:Kode Redeem Terbaru Fantasy World: DigiWar Maret 2026 Lengkap Cara Klaim, Lumayan Buat Gacha!
Ia menilai langkah tersebut penting dilakukan, terutama untuk mengantisipasi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologis seperti hujan ekstrem yang dapat memicu longsor pada tumpukan sampah.
Di sisi lain, Jalal juga menyoroti pentingnya modernisasi sistem pengelolaan sampah agar volume timbunan dapat berkurang.
Ia mendorong pemerintah mengoptimalkan teknologi pengolahan sampah seperti:
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: