Benarkah Sering Ejakulasi Bisa Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Penjelasannya
Sejumlah studi menyebut frekuensi ejakulasi dini berkaitan dengan penurunan risiko kanker prostat, namun para ahli menegaskan belum ada bukti pasti hubungan sebab-akibat. --
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID — Informasi soal manfaat sering ejakulasi terhadap penurunan risiko kanker prostat kerap beredar luas.
Salah satu yang sering disebut adalah angka 21 kali dalam sebulan. Namun, benarkah klaim tersebut sudah terbukti secara ilmiah?
Dilansir dari Indian Express Selasa, (5/5/2026) menurut penjelasan Daniel Kelly seorang pakar kesehatan, kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dialami pria.
Secara global, kasusnya berada di peringkat kedua setelah kanker paru-paru.
BACA JUGA:Mengenal Financial Minimalism, Cara Sederhana Atur Keuangan Dalam Tekanan Ekonomi Saat Ini
Di Indonesia sendiri, data Global Cancer Observatory tahun 2022 memperkirakan terdapat lebih dari 13 ribu kasus kanker prostat.
Sejumlah penelitian memang menemukan adanya hubungan antara frekuensi ejakulasi dan penurunan risiko kanker prostat.
Dalam beberapa studi, ejakulasi disebut dapat membantu mengurangi penumpukan zat berbahaya di kelenjar prostat, serta menekan peradangan faktor yang berkaitan dengan perkembangan kanker.
Selain itu, aktivitas ini juga diduga berpengaruh terhadap sistem imun dan respons tubuh terhadap sel abnormal.
BACA JUGA:Bukan Sekolah Mahal, Ini Rahasia Anak Jadi Pintar Menurut Ahli
Namun, para peneliti menekankan bahwa mekanisme tersebut belum sepenuhnya dipahami.
Salah satu studi dari Harvard University menemukan bahwa pria yang ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat sekitar 31% lebih rendah dibanding mereka yang hanya melakukannya 4–7 kali per bulan.
Temuan serupa juga muncul dalam penelitian di Australia, yang menyebut frekuensi ejakulasi lebih tinggi berkaitan dengan penurunan risiko kanker prostat hingga 36% pada kelompok tertentu.
Meski begitu, hasil tersebut tidak bisa langsung dijadikan kesimpulan umum.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: