Krisis TPU Mengintai Utara Kabupaten Bekasi
Ilustrasi Krisis TPU Mengintai Utara Kabupaten Bekasi--tangkapan layar/google
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Pertumbuhan kawasan permukiman di wilayah utara Kabupaten Bekasi mulai menyisakan persoalan serius yang selama ini luput dari perhatian, yakni keterbatasan lahan pemakaman umum (TPU) bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron menilai persoalan tersebut perlu segera dipikirkan pemerintah daerah. Pasalnya, sejumlah wilayah seperti Tarumajaya, Babelan dan Tambun Utara mengalami pertumbuhan perumahan yang cukup pesat, sementara ketersediaan lahan untuk pemakaman warga belum disiapkan secara maksimal.
Menurut Ade, persoalan bukan semata-mata karena Kabupaten Bekasi kekurangan lahan. Justru masih terdapat lahan di sejumlah wilayah yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan publik, termasuk sebagai TPU.
“Sebetulnya lahannya banyak, tetapi ini yang belum pernah kita pikirkan bagaimana memaksimalkannya untuk kepentingan masyarakat, salah satunya untuk pemakaman,” ujar Ade Sukron kepada Cikarang Ekspres, Sabtu (3/10).
Ia mengatakan, perkembangan perumahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang memadai. Jangan sampai pembangunan kawasan hunian hanya berorientasi pada kebutuhan tempat tinggal, tetapi mengabaikan kebutuhan warga ketika meninggal dunia.
Kondisi tersebut dinilai semakin penting lantaran wilayah seperti Tarumajaya, Babelan dan Tambun Utara terus menjadi kawasan yang diminati pengembang. Pertumbuhan perumahan otomatis diikuti bertambahnya jumlah penduduk, sehingga kebutuhan terhadap lahan pemakaman juga semakin meningkat.
“Banyak perumahan tumbuh dan lahannya sudah diberikan. Tetapi belum dikelola untuk kepentingan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




