HUT RI Kabupaten Bekasi 2026

Pengangguran di Kabupaten Bekasi Masih Tinggi

Pengangguran di Kabupaten Bekasi Masih Tinggi

Di tengah masifnya investasi dan aktivitas manufaktur di kawasan industri, sedikitnya 143.006 warga masih tercatat menganggur.--karawangbekasi.disway.id

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Gemerlap ribuan pabrik yang berdiri di Kabupaten Bekasi ternyata belum mampu mengikis persoalan pengangguran. Di tengah masifnya investasi dan aktivitas manufaktur di kawasan industri, sedikitnya 143.006 warga masih tercatat menganggur.

 

Persoalan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah serius. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 8,82 persen pada 2025 dan hanya turun tipis menjadi 8,78 persen pada 2026.

 

Ironisnya, penurunan persentase tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Bertambahnya jumlah angkatan kerja membuat jumlah warga yang belum terserap lapangan pekerjaan tetap tinggi.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengakui persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan pemerintah daerah seorang diri. Perlu perhatian dan sinergi pemerintah pusat maupun para pelaku industri untuk memperluas penyerapan tenaga kerja lokal.

 

"Ini harus menjadi perhatian bersama karena aktivitas industri di Kabupaten Bekasi sangat besar, namun persoalan pengangguran masih belum terselesaikan. Angka pengangguran di daerah kita saat ini berada di kisaran 8,78 persen, atau setara dengan 143.006 jiwa," ujar Endin di Cikarang Pusat, Selasa (6/10).

 

Menurutnya, dinamika ekonomi global dan kebijakan efisiensi yang dilakukan sejumlah perusahaan turut memengaruhi pembukaan lapangan kerja baru. 

 

Kondisi tersebut membuat ruang bagi para pencari kerja semakin terbatas, khususnya mereka yang belum memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: