JAKARTA - Koordinator Penelitian Pesantren dan Pandemi dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Laifa Annisa Hendarmin menyampaikan, bantuan pemerintah terhadap pesantren selama pandemi Covid-19 masih minim. Menanggapi hal itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag), Waryono Abdul Ghofur mengakuinya. Ia mengatakan, pemerintah memberikan bantuan untuk pesantren sebesar Rp 2,5 triliun saat pandemi di 2020. Tapi belum semua pesantren mendapat bantuan, jadi baru 70 persen pesantren yang tersentuh bantuan ini. "Jadi peneliti (dari PPIM UIN) menyampaikan bantuan pemerintah ke pesantren minim, itu memang betul, Rp 2,5 triliun harus dibagikan untuk 28 ribu lebih pesantren pada tahun 2020," ujar Waryono, Rabu (19/1). Ia menjelaskan, ternyata begitu bantuan Rp 2,5 triliun dibagikan ke pesantren, belum semua pesantren mendapatkannya. Sementara, pesantren yang mendapatkan bantuan itu pun ternyata belum signifikan. "Sebagai contoh kami membuat tiga kategori pesantren, (salah satunya kategori) pesantren besar itu maksimal hanya (dapat bantuan) Rp 50 juta padahal santrinya 35 ribu (orang) ini bagaimana bisa melayani protokol kesehatan," ucapnya. Menurutnya, bantuan ke pesantren memang masih kurang. Bahkan sangat kurang apalagi setelah masuk 2021, tidak ada bantuan yang seperti di 2020. Waryono juga mengatakan, salah satu yang tersulit bagi pesantren adalah menjaga jarak. Karena di dalam pesantren, satu kamar diisi oleh banyak santri. "Pesantren memang lumayan panik ketika awal-awal pandemi karena protokol kesehatannya mensyaratkan jaga jarak, tidak keluar masuk ke lingkungan pesantren, (sementara) tidak semua pesantren tenaga pendidiknya dari pesantren, ini juga problem karena informasi dari para ahli Covid-19 ini dibawa oleh mobilitas orang sehingga agak sulit menghindari," jelasnya. Waryono menegaskan, di 2020, dari 28 ribu pesantren hanya 70 pesantren yang mengalami atau melaporkan terkena Covid-19. Kurang lebih 4.400 santri yang terkena Covid-19 dan yang paling banyak pesantren yang ada di Jawa Barat. Selanjutnya, pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Justru pesantren di DKI Jakarta dan Banten itu relatif sedikit yang terkena Covid-19. "Ini boleh jadi ini terkait dengan ketersediaan infrastruktur pesantren sekaligus kuota santri yang ada di pesantren tersebut, sehingga pesantren-pesantren itu banyak kena (Covid-19)," ujarnya. Ia mengatakan, tapi meskipun infrastruktur pesantren terbatas, ternyata pesantren yang terkena Covid-19 tidak memilih pesantren tradisional atau modern. Justru kaget karena pesantren pertama yang terkena Covid-19 adalah pesantren modern. (bbs/kbe)
Bantuan Pesantren Saat Pandemi Minim
Jumat 21-01-2022,02:30 WIB
Editor : redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 27-06-2026,20:10 WIB
Pemerintah Dorong Penguatan Riset dan Teknologi untuk Industri Nasional
Sabtu 27-06-2026,15:23 WIB
Daftar 11 Panduan Belanja Bulanan Cerdas di Tengah Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok 2026, Bisa Hemat Dompet!
Sabtu 27-06-2026,20:07 WIB
Pendapatan Pajak Kendaraan Jawa Barat Tembus Rp20 Miliar per Hari
Sabtu 27-06-2026,17:07 WIB
Wajib Coba! 13 Rekomendasi Tempat Es Buah di Jatimulya Tambun Selatan yang Segar, Cocok Buat Panas!
Sabtu 27-06-2026,20:41 WIB
10 Jalur Tercepat ke Stasiun Tambun dari Jatimulya Tambun Selatan, Warga Wajib Tahu Rute Anti Macet Ini!
Terkini
Minggu 28-06-2026,14:37 WIB
Bikin Nagih! Ini Dia Rekomendasi Jajanan Molen Enak di Sekitar Area Lippo Land Karawang
Minggu 28-06-2026,14:27 WIB
Pelaku Penikaman Anak Punk di Cikarang Menyerahkan Diri, Sempat Kabur ke Wilayah Tambelang
Minggu 28-06-2026,13:47 WIB
Pasar Murah Bhayangkara Diserbu Warga Cikarang
Sabtu 27-06-2026,20:41 WIB
10 Jalur Tercepat ke Stasiun Tambun dari Jatimulya Tambun Selatan, Warga Wajib Tahu Rute Anti Macet Ini!
Sabtu 27-06-2026,20:10 WIB