Warga Jatirangga Keluhkan Dugaan Limbah yang Bersumber dari Pabrik Permen

Senin 05-06-2023,19:16 WIB
Reporter : Rajomengiyan
Editor : Rajomengiyan

KARAWBEKASI.DISWAY.ID  - Dugaan limbah perusahaan gummy candy yang memproduksi makanan, di wilayah Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi mendapat  keluhan warga karena diklaim mengeluarkan aroma tak sedap juga membuat lingkungan tercemar.

Warga mengeluhkan persoalan limbah yang diduga bersumber dari pabrik permen mengeluarkan aroma tak sedap, dan terkontaminasinya air bersih.

Keluhan tersebut bukan hal baru, namun sudah bertahun tahun, tapi masih belum terselesaikan.

BACA JUGA:Tanam Ganja di Pot, Pemuda Asal Bandung Dirungkus Polisi

LKetua RW setempat, Saja, komplain warga terkait dugaan limbah yang bersumber dari pabrik permen itu masih jadi soal.

Dijelaskan, Sekitar 3 minggu lalu pihaknya terima komplain warga terkait hal tersebut. Bahkan kata dia terdapat tiga rumah membuat sumur bor baru, dengan alasan air sumur di tempat lama diduga terkontaminasi limbah pabrik permen.

BACA JUGA:Segini Harta Kekayaan Kadisdik Jabar Wahyu Mijaya, Hobi-nya Koleksi Tanah Hingga ke Sumatera

"Kata warga karna airnya terkontaminasi, dan aromanya tidak sedap agak keruh, dan kulit juga gatal gatal," kata Saja kepada media ini, di Jatisampurna, Senin (5/6/2023).

Sempat juga, sambung Saja lebih jauh, persoalan itu juga disampaikan kepada anggota DPRD ketika melaksanakan Reses. Setelah itu juga dilayangkan surat ke Kecamatan dengan tembusan Lurah Jatirangga, babinsa, bimaspol dan LPM setempat.

BACA JUGA:Puluhan Hektare Lahan Barito Terbakar, Dua Titik Api Ditemukan

Diketahui, Pabrik Permen yang terletak di RW01, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna ini berdiri sekitar tahun 2010. Dan diakui ketua RW setempat pernah juga ada komplain terkait bau tak sedap sejak 3 tahun lalu.

"Warga curiga limbah ini disinyalir dari pabrik permen karena ada saluran got yang mengeluarkan air dari dalam pabrik," kata dia.

BACA JUGA:Jual Beli Kursi SMA Negri di Jawa Barat Menjadi Tradisi Tahunan, 1 Siswa Dipatok Rp30 Juta

Dia berharap, penanganan pemerintah harus cepat, karena kalau tidak ada penanganan secepatnya, jangkauan limbah semakin jauh dan semakin banyak yang terdampak.

Terpisah, Camat Jatisampurna, Nata Wirya membenarkan polemik ini, dan pabrik tersebut sudah disidak oleh satpol PP, namun belum ada informasi lebih lanjut, dan rencananya akan ada sidak kelanjutan.

BACA JUGA:Mau Beli Daging Sehat nan Aman di Purwakarta, Nih 4 Pasar Rekomendasi

"Yang pasti kita akan tindak tegas kegiatan yang merugikan masyarakat, apalagi sudah ada keluhan masyarakat," pungkas Nata.

Sememtara itu pihak perusahaan dari PT Natural Food Succses dikonfirmasi di lokasi membantah hal itu. Diakuinya bahwa terkait keluhan warga sudah ada pihak kelurahan yang datang ke perusahaan mengecek langsung kondisi tempat limbah.

BACA JUGA:Kecewa Tidak Ada Formasi ASN, FKB3N Kota Bekasi Pertanyakan Status Kepegawaian

"Tadi pagi ada pihak kelurahan sudah kemari mengecek langsung. Tapi kami tunjukkan lokasi limbah, dan masih aman,"ungkap Vini mengaku karyawan di PT Natural Food Succses kepada awak media sore tadi.

Dia pun seolah mempertegas jika tudingan warga  terkait sumber limbah berasal dari perusahaan tersebut tunjukkan buktinya. Karena ada dari kelurahan sendiri atas nama Pak Hendri telah ke lokasi membuktikan. ***

Kategori :