• Membiasakan Berperilaku Baik Bersifat Spontan
Dengan budaya ini diterapkan di sekolah sangat baik, karena karakter anak baru akan dilihat ketika ditunjukkan secara spontan perilaku ini mencakup perkataan maupun perbuatan. Misalnya anak spontan meminta maaf saat melakukan kesalahan atau langsung membantu temannya yang sedsng kesulitan.
• Menetapkan Tata tertib Sekolah
Tata tertib adalah benteng pembatas yang boleh di lakukan dan yang tidak boleh di lakukan, antar yang baik dan tidak baik. Di dalam sekolah harus mempunyai tata tertib yang telah disepakati dan dijalankan bersama oleh guru-guru.
Tata tertib sangat penting untuk siswa dalam menyikapi seseorang, apalagi yang menyangkut kebiasaan orang lain. Dengan adanya aturan sekolah, seseorang akan terikat. Oleh karena itu, kebiasaan positif itu akan terus berkembang hingga menjadi karakter yang baik.
Ada pun Pendidikan Seni yang merupakan salah satu bagian dari kurikulum merdeka dan mata pelajaran wajib dari tingkat SD maupun SMP, SMA. Dengan adanya pelajaran ini agar anak tidak hanya menggunakan otak kiri saja akan tetapi, agar anak juga bisa menggunakan otak kanannay. Pembelajaran seni di sekolah formal sangat berbeda dengan di sanggar-sanggar lainya atau sekolah seni.
Pendidikan seni di sekolah memiliki tujuan yang berbeda, yaitu (1) Sebagai wadah untuk membangunkan dan mengembangkan bakat dan kretivitas anak. (2) Menghasilkan produk budaya berbagai macam suku bangsa. (3) Untuk mengembangkan 3 ranah berfikir yaitu, kognitif, afektif, dan psikomotor.
Pembelajaran seni di sekolah sangat mengharuskan mengembangkan bakat dan kretivitas. Untuk itu diperlukannya syarat. Karena seni di sekolah sangat penting untuk pembelajarang, bahkan di sekolah dasar sekarang banyak sekali yang sudah mengayakan lomba tari antar sekolah, buhkan hanya tari saja, sekarang di sekolah pun memiliki seni bela diri yang dapat di ikuti oleh setiap siswa. Merekapun di anjurkan untuk bisa mengikuti semua kegiatan seni yang telah di adakan di sekolah dasar.