KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID -Kasus dugaan pembuangan limbah medis berbahaya di Desa Karangliggar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, terus bergulir.
Kali ini, PT Wastec International Waste Management sebagai transporter linbah atau pihak ketiga pengelolaan lombah medis RS Hermina dan Bayukarta dipanggil DPRD Kabupaten Karawang. Selain perusahaan pengelola limbah, hadir direksi RS Bayukarta dan DLHK Kabupaten Karawang.
Direktur transporter limbah PT Wastec International Waste Management, Azizul akhirnya buka-bukaan terkait limbah medis yang dikelolanya.
Kata dia, pihaknya menjalin kemitraan pengelolaan limbah dengan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Karawang.
Mulai dari RS Izza Cikampek, RSIA Joko Pramono, RS.Mitra Family, RS Mandaya, RSU Dewi Sri, RS Sentral Medic dan RSU Bayukarta yang telah menjalin kerja sama pengelolaan limbah dengannya sejak tahun 2018 lalu.
"Dan kami tidak pernah menjalin kemitraan pengelolaan limbah dengan RS Hermina," tegas dia.
Azizul mengaku, setiap bulannya mengambil limbah medis dari RS Bayukarta 3.280 kg.
"Itu diawasi PPLI dan ditimbang terlebih dahulu dari lokasi," tukasnya
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Karawang, Dedi Indra Setiawan meminta agar peristiwa terjadi di Desa Karangligar dijadikan evaluasi oleh bersama dan tidak terulang lagi di wilayah Karawang.
"Kita harapkan tak terulang kembali. Jadi semuanya harus evaluasi," ujar dia.
Sekretaris Komisi III Kaemin Komarudin Ledeng juga mempertanyakan keseriusan kontrol dilakukan RS Bayukarta selaku user terhadap transporter limbah PT. Sangga Buana Berkah mitra kerjanya.
"Jadi selama keduanya menjalin kerjasama usaha pengelolaan limbah domestik di RS Bayukarta, hingga kemudian terjadinya peristiwa yang tidak diharapkan bersama," bilang dia.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Karawang Heri Kusuma menyesalkan terjadinya peristiwa temuan limbah medis di Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat tersebut.
Heri menyarankan, RSU Bayukarta agar lebih bisa bersikap humanis menjalin sinergitas dengan masyarakat Karangligar terkait peristiwa terjadi.
“Kami berharap RSU BayuKarta mau untuk menempatkan CSR mobil Ambulansnya di desa Karangligar demi perbaikan citra positif rumah sakit dimata masyarakat setempat,” tukasnya.