Jababeka Berulah Lagi, Kali Berbusa dan Berwarna Cokelat Pekat Bikin Perum GCC Marah

Rabu 16-07-2025,13:31 WIB
Reporter : Risky Pangestu
Editor : Cikarang Ekspres

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID – Dugaan pencemaran lingkungan di Kabupaten Bekasi, kian marak terjadi.

Kali ini, giliran  w arga Perumahan Grand Cikarang City (GCC) Sakura, Blok I, RT01 RW07, Desa Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia, dikejutkan dengan munculnya busa tebal di aliran kali yang melintasi kawasan permukiman mereka.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 16 Juli 2025 pagi, dengan air kali tampak berbusa tinggi dan berwarna cokelat pekat.

Fathur (32), warga yang telah tinggal di lokasi sejak 2016, mengaku melihat langsung kondisi tersebut saat hendak berangkat kerja.

“Pas pagi-pagi mau berangkat kerja, saya lihat air kali berbusa tinggi banget. Warnanya cokelat. Dulu juga pernah kejadian seperti ini, bahkan pernah lebih parah, sampai warnanya hitam pekat,” kata dia kepada Cikarang Ekspres.

Fathur melanjutkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Ia mencatat, fenomena air kali tercemar sudah terjadi setidaknya tiga kali sejak tahun 2018.

“Tahun 2018 pernah, 2019 juga. Tahun ini baru sekali. Tapi tiap tahun selalu saja ada kejadian seperti ini,” jelasnya.

Ia menduga pencemaran berasal dari aktivitas kawasan industri ataupun limbah rumah tangga. Pasalnya, aliran kali tersebut terhubung ke sejumlah kawasan, termasuk kawasan industri Jababeka.

“Bisa dari pabrik, bisa juga dari perumahan. Tapi kami nggak tahu pasti sumbernya dari mana,” kata Fathur.

Yang disayangkan warga, menurutnya, adalah tidak adanya pengawasan rutin atau pengambilan sampel air seperti yang dulu pernah dilakukan oleh petugas instansi terkait.

“Dulu sering ada petugas pengairan yang ambil sampel air, dicek ke lab. Sekarang sudah nggak pernah kelihatan lagi. Jadi seolah tidak ada kontrol,” keluhnya.

Ia juga menyebut kondisi air kali biasanya memburuk pada akhir pekan. “Biasanya kalau Sabtu-Minggu, air kali malah sering jadi hitam pekat,” imbuhnya.

Meski telah dilaporkan ke berbagai grup warga, hingga kini belum ada penanganan konkret dari pihak berwenang. 

Fathur berharap ada perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah untuk menangani pencemaran yang terus berulang. “Kami ingin kali ini kembali bersih, seperti dulu,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dedy Kurniawan, mengatakan pihaknya baru menerima laporan terkait pencemaran tersebut.

Kategori :