JAKARTA. Ada kabar gembira untuk para guru agama atau guru yang berada di naungan Kementerian Agama. Karena kementerian ini mengusulkan penerimaan guru PPPK secara besar-besaran.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Amien Suyitno menyampaikan pihaknya tengah mengusulkan sebanyak 630 ribu formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru madrasah.
Hal ini ia sampaikan saat rapat bersama anggota DPR di Jakarta.
"Kami juga langsung action terkait dengan pengusulan PPPK, sekarang Pak Menteri sedang memproses dengan Kementerian terkait. Bahkan angkanya tidak tanggung-tanggung, sekitar 630 ribu guru yang kita usulkan," ujar Amien dikutip dari laman DPR.
BACA JUGA:Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi Inklusif untuk Disabilitas dan Lansia
Usulan tersebut dikatakan Amien merupakan tindak lanjut dari aspirasi guru madrasah swasta. Formasi ini diusulkan untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi guru untuk diangkat sebagai Aparatur Negeri Sipil (ASN).
[PengusulSekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan pihaknya tengah berupaya mengambil langkah produktif dan membuat kebijakan terkait hak-hak guru, terutama guru honorer. Salah satunya lewat pengadaan sertifikasi guru.
BACA JUGA:Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi Inklusif untuk Disabilitas dan Lansia
"Termasuk di antaranya, kita masih memperjuangkan bagaimana guru honorer, jika memungkinkan serta masih ada ruang dan masih ada peluang, kita akan terus memperjuangkan itu, agar guru swasta kita itu bisa diangkat menjadi PPPK," sambungnya.
497 Ribu Guru Belum Ikut Sertifikasi
Kamarudin kemudian membuka data Kemenag yang menunjukan masih ada 497.893 guru belum mengikuti sertifikasi. Jumlah tersebut termasuk 423.398 guru madrasah, 24.057 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan 11.501 guru PDF dan Muadalah.
BACA JUGA:Derita Belum Berakhir, Kali Bekasi Meluap Lagi 4 Desa di Tambun Utara Langsung Terendam
Total hampir 500 ribu guru itu juga termasuk 29.291 guru binaan Ditjen Bimas Kristen, 8.791 guru binaan Ditjen Bimas Katolik, 310 guru binaan Ditjen Bimas Buddha, 375 guru binaan Ditjen Bimas Hindu, dan 170 guru binaan Pusat Pendidikan dan Bimbingan Khonghucu.
"Kita juga terus mengupayakan berbagai kebijakan lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia secara umum, dan tentu kualitas guru sebagai salah satu ekosistem terpenting dalam ekosistem pendidikan ini," kata dia. **