Bagaimana Hilal Menentukan Awal Ramadan 2026? Ini Penjelasannya

Minggu 15-02-2026,12:57 WIB
Reporter : Support Disway
Editor : Ilham Prayogi

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID — Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 2026, istilah hilal kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. 

Penentuan awal puasa tidak mengacu pada kalender masehi, melainkan pada sistem penanggalan hijriah yang sangat bergantung pada posisi bulan.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar Sidang Isbat awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. 

Salah satu faktor utama yang menjadi dasar penetapan tersebut adalah terlihat atau tidaknya hilal.

BACA JUGA:Catat Jadwalnya! Daftar Lokasi Pertunjukan Barongsai Gratis di Jakarta & Sekitarnya Hari Ini

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan hilal dan mengapa keberadaannya begitu penting dalam menentukan awal Ramadan?

Pengertian Hilal dalam Kalender Islam

Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang muncul di ufuk barat sesaat setelah matahari terbenam. 

Kemunculan hilal menandai berakhirnya satu bulan hijriah dan dimulainya bulan baru dalam kalender Islam.

Dalam praktik keagamaan, hilal memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi penentu awal bulan-bulan besar, seperti Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. 

BACA JUGA:Resep Sop Buntut Penghangat Tubuh: Menu Makan Siang Keluarga Paling Pas Saat Hujan Deras

Ketiga bulan tersebut berkaitan langsung dengan ibadah utama umat Islam, mulai dari puasa Ramadan hingga pelaksanaan Idulfitri dan Iduladha.

Mengapa Hilal Menjadi Acuan Awal Ramadan?

Penetapan awal Ramadan berlandaskan ajaran Islam yang menekankan pentingnya melihat hilal sebagai tanda dimulainya puasa. 

Karena itu, keberadaan hilal dijadikan acuan utama dalam menentukan kapan umat Islam mulai berpuasa.

Kategori :