Ia mengingatkan agar orang tua tidak memberikan motor kepada anak yang belum cukup umur serta tidak membiarkan anak merokok.
“Anak kecil ga boleh dikasih motor. Belum waktunya merokok jangan dikasih rokok. Magrib masuk rumah,” ujarnya.
Dedi juga meminta orang tua memeriksa isi tas dan telepon genggam anak sebagai bentuk pengawasan. Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya ditujukan kepada anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki.
“Hari ini di Jawa Barat banyak peristiwa anak laki-laki digarap sama laki-laki. Bahaya. Lahir penyakit HIV. Ini harus dibenerin,” katanya.
Di sela-sela acara, Dedi memanggil Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk menjelaskan alokasi anggaran daerah.
Asep menyebut APBD Kabupaten Bekasi sebesar Rp7,7 triliun. Untuk pembangunan jalan, anggaran disebut mencapai Rp1,2 triliun.
Dedi sempat mempertanyakan angka tersebut. “Perasaan kagak deh,” ucapnya. Namun ia kemudian menyatakan optimistis jika anggaran itu benar-benar digunakan maksimal dalam setahun.
Selain itu, Asep menyampaikan anggaran pembangunan sekolah SD dan SMP sekitar Rp700 miliar serta anggaran puskesmas sekitar Rp800 miliar. Saat ini Kabupaten Bekasi memiliki dua rumah sakit daerah.