Nasional, Disway.id - Pernyataan seorang tokoh politik dari Amerika Serikat yang dianggap mendukung klaim Israel atas wilayah tertentu memicu gelombang kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim. Komentar tersebut dinilai berpotensi memperkeruh situasi geopolitik di Timur Tengah yang sudah lama diwarnai konflik dan ketegangan berkepanjangan.
Tokoh yang menjadi sorotan, Mike Huckabee, disebut menyampaikan pandangan yang menguatkan posisi Israel atas wilayah sengketa. Pernyataan itu langsung menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai mengabaikan aspirasi rakyat Palestina serta kerangka hukum internasional yang selama ini menjadi rujukan upaya perdamaian.
Sejumlah negara Arab menyatakan bahwa komentar tersebut “berbahaya” dan dapat memicu eskalasi baru di kawasan. Mereka menilai pernyataan publik dari figur politik berpengaruh berpotensi mengeras-kan posisi pihak-pihak yang berkonflik, sehingga mempersempit ruang dialog dan diplomasi yang konstruktif. Beberapa pemerintah juga mengingatkan pentingnya menahan diri dari narasi provokatif.
BACA JUGA:AS Bakal Tingkatkan Tarif Global Menjadi 15%
Di kalangan komunitas Muslim internasional, reaksi keras muncul karena pernyataan itu dianggap menormalisasi perluasan klaim teritorial di wilayah yang sensitif secara historis dan keagamaan, termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza. Aktivis kemanusiaan menilai narasi semacam ini berisiko memperburuk kondisi warga sipil yang sudah terdampak krisis berkepanjangan.
Sementara itu, sejumlah diplomat menekankan bahwa penyelesaian konflik harus kembali pada prinsip solusi dua negara dan penghormatan terhadap hukum internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan upaya diplomasi guna mencegah meningkatnya ketegangan di lapangan.
Di dalam negeri AS sendiri, komentar tersebut memicu perdebatan. Sebagian kalangan politik menilai pernyataan individu tidak mewakili kebijakan resmi pemerintah, sementara pihak lain mengingatkan bahwa ucapan figur publik bisa berdampak nyata pada persepsi global terhadap posisi AS. Pengamat hubungan internasional menilai polemik ini menunjukkan betapa sensitifnya isu Israel–Palestina, di mana satu pernyataan saja dapat memicu reaksi luas lintas negara dan kawasan.***