KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Tradisi perang sarung yang kerap muncul setiap Ramadan kembali memakan korban. Di Perumahan Papan Mas, Kecamatan Tambun Selatan, aksi yang awalnya identik dengan permainan remaja itu berubah menjadi bentrokan brutal menggunakan kayu dan petasan pada Kamis (20/2/2026) dini hari.
Sekitar pukul 01.00 WIB, saat warga bersiap menyantap sahur pertama, dua kelompok remaja justru terlibat saling serang di jalan permukiman. Video amatir warga memperlihatkan aksi saling pukul dengan sarung, potongan kayu, hingga lemparan kembang api.
Yang mengkhawatirkan, perang sarung yang dulu sekadar saling cambuk kain kini berkembang menjadi kekerasan fisik berisiko tinggi. Seorang remaja bahkan tampak tersungkur setelah dipukul berulang kali menggunakan kayu.
Ledakan petasan yang dilempar ke arah lawan membuat warga sekitar panik. Anak-anak dan orang tua yang tengah bersiap sahur memilih bertahan di dalam rumah demi menghindari salah sasaran.
Bentrokan tersebut juga berdampak pada fasilitas warga. Sebuah toko mengalami kerusakan pada bagian rolling door akibat diduga terkena lemparan benda keras. Riki (30), warga sekaligus pelaku usaha di lokasi kejadian, mengaku resah. Kerusakan baru diketahui setelah situasi mereda.
“Orang toko bilang kalau ada tawuran di depan, cuma kita posisinya sudah agak mentok. Tahu-tahu sudah hancur,” ujar Riki saat ditemui pada Sabtu (21/2/2026) malam.
Menurut Riki, para remaja diduga menggunakan petasan saat tawuran terjadi. “Pakai petasan. Kalau pakai sarung kayak perang sarung, itu saya nggak lihat langsung. Saya cuma tahu kejadiannya sudah rusuh,” katanya.
Ia menduga kerusakan toko terjadi akibat dorong-dorongan dan lemparan saat kedua kelompok remaja saling menyerang. Sebagai warga sekaligus pelaku usaha di lokasi kejadian, Riki mengaku resah dengan aksi tersebut.