“Biasanya pembeli dari Bogor, Bekasi Kota, Karawang. Banyak yang datang langsung ke sini,” ucap Wulan.
Terkait bahan baku, ia menyebut harga kelapa relatif stabil dibanding tahun lalu. Namun, harga gula putih mengalami kenaikan. Meski demikian, bahan baku lainnya masih dalam kondisi normal.
Untuk menunjang peningkatan produksi, jumlah tenaga kerja pun bertambah signifikan. Jika pada hari biasa hanya mempekerjakan lima hingga tujuh orang, selama Ramadan jumlah karyawan mencapai 30 orang.
“Setiap tahun memang sudah terbiasa seperti ini. Kita sudah punya karyawan tetap,” katanya.
Proses pembuatan dodol di Kampung Ceger masih mempertahankan cara tradisional. Dodol dimasak menggunakan kayu bakar dan diaduk secara manual dengan tenaga manusia.
Wulan menegaskan ciri khas dodol Betawi terletak pada teksturnya yang kenyal dan rasa manis yang pas. Tradisinya pun identik dengan momen menjelang Lebaran.
“Kalau dodol Betawi itu kenyal manis seperti biasanya, tapi yang membedakan tradisinya dibuat menjelang Lebaran,” imbuhnya.
Sementara itu, Cacah Cahyo, salah satu pekerja yang telah hampir tiga tahun mengaduk dodol, mengaku pekerjaan tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya menjelang Ramadan.