“Ini mau puasa di kampung. Sengaja pulang lebih awal biar nggak macet dan harga tiket juga belum terlalu naik,” kata Muslaha.
Ia mengaku membeli tiket bus tujuan Bangkalan dengan harga Rp400 ribu. Padahal, pada hari biasa harga tiket untuk rute yang sama hanya berkisar Rp200 ribu. Meski tarifnya sudah mengalami kenaikan, Muslaha tetap memilih berangkat sekarang karena khawatir harga tiket akan semakin mahal jika menunggu mendekati Lebaran.
Bagi Muslaha, tradisi mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga momen penting untuk berkumpul dengan keluarga yang sudah lama tidak ditemui.
BACA JUGA:Dishub Kabupaten Bekasi Mulai Ramp Check Bus Mudik Lebaran
“Karena ada keluarga yang menunggu di sana. Jadi ini momen kumpul bersama,” tambahnya.
Ia pun berharap perjalanan mudiknya kali ini berjalan lancar sehingga bisa lebih awal berkumpul dengan keluarga dan menjalani ibadah puasa bersama di kampung halaman.
“Mudah-mudahan perjalanannya lancar, jadi bisa segera sampai di kampung dan puasa bareng keluarga,” kata Muslaha.
Sementara itu, petugas agen bus, Muhammad Dhani, mengatakan peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak hari ini. Menurutnya, jumlah calon penumpang yang berangkat dari agen tersebut naik sekitar 40 hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.
“Untuk hari ini sudah ada peningkatan sekitar 40 sampai 50 persen,” ujar Dhani.