Menurut Imas, anak-anak disabilitas memiliki potensi yang luar biasa. Salah satu hal penting yang mereka butuhkan adalah kesempatan dan lingkungan publik yang mau menerima mereka.
"Alhamdulillah, KCP Mall selalu memberikan dukungan terbaiknya dalam membantu menciptakan iklim inklusivitas di Kabupaten Karawang lewat konsistensi ruang ini," ungkap Imas.
Bagi Imas, panggung di lantai dasar Techno Mart mempertemukan anak-anak disabilitas dengan masyarakat yang lebih luas. Ketika mereka tampil di tempat yang ramai, masyarakat tidak lagi hanya melihat keterbatasan, melainkan menyaksikan kemampuan yang selama ini mungkin tersembunyi. Pada momen itulah proses inklusi berjalan secara alami. Pengunjung yang awalnya datang untuk berbelanja, tanpa direncanakan menjadi bagian dari sebuah peristiwa yang mempertemukan mereka dengan anak-anak yang memiliki cara berbeda dalam tumbuh dan berkembang.
Ketua Pelaksana peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat Kabupaten Karawang kali ketiga yang diselenggarakan di KCP Mall, Rafa Farhani, S.Pd., mengamini hal tersebut. Menurutnya, atmosfer pusat perbelanjaan memberikan dampak publikasi yang jauh lebih masif.
"Lokasinya strategis dan ramai, sehingga misi kami untuk mengenalkan gerakan ini kepada masyarakat luas bisa tercapai," kata Rafa, Jumat (17/7/2026).
Meski demikian, Rafa memberikan catatan agar fasilitas fisik yang ramah disabilitas, seperti performa layar digital dan penataan area, terus dioptimalkan ke depan agar peserta maupun pengunjung berkebutuhan khusus dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Sebab, inklusivitas bukan hanya tentang membuka pintu, tetapi juga memastikan setiap orang di dalamnya merasa aman.
Catatan dari Rafa mengenai kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 26 November 2025 lalu itu menjadi refleksi penting bagi pengelolaan ruang publik. Bagi manajemen KCP Mall sendiri, memberi ruang bagi aksi inklusif semacam ini bukan sekadar agenda tempelan atau aksi sosial sesaat. Langkah ini adalah bagian dari transformasi besar fungsi mal yang tak lagi cuma jadi tempat transaksi jual-beli, melainkan ruang terbuka yang hidup di tengah masyarakat.
Memasuki usia ke-14 pada 2026, KCP Mall yang berdiri sejak Juli 2012 terus berupaya menegaskan perannya sebagai ruang publik di tengah perubahan perilaku masyarakat. Bagi manajemen, pusat perbelanjaan tak lagi cukup hanya menjadi tempat bertransaksi, melainkan juga ruang yang mempertemukan komunitas, keluarga, hingga berbagai kegiatan sosial, termasuk Lomba Inklusi yang menghadirkan anak-anak disabilitas di hadapan masyarakat luas. Building Manager KCP Mall, Rizki Setiawan, mengatakan perubahan itu menjadi bagian dari upaya mal menjawab kebutuhan pengunjung yang terus berkembang.