Harapan itu seolah berkelindan erat dengan apa yang terjadi di panggung kecil Techno Mart beberapa waktu lalu. Di tengah riuh rendah semarak perayaan EUPHOR14 yang membawa beragam kemeriahan ke KCP Mall, panggung inklusi itu menjadi salah satu sudut yang paling menyentuh.
Siang itu, tepuk tangan yang Hilman dengar di lantai dasar Techno Mart bukan lagi sekadar penghargaan untuk sebuah lagu. Tepuk tangan itu mengiringi seorang anak yang pulang tanpa membawa piala, tetapi membawa keyakinan bahwa dirinya mampu berdiri di tengah keramaian, dilihat, didengar, dan diterima.
Barangkali, bagi Arka, itulah arti kemenangan. Ketika masyarakat mau berhenti sejenak dan memberikan perhatian. Di situlah Karawang tumbuh dan belajar menjadi lebih inklusif dan merawat kemanusiaan dari sebuah tepuk tangan.