Menurut Sylvia, Career Advice Day hadir untuk membantu menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja. Program tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih matang ketika memasuki lingkungan profesional.
"Seminar and Career Advice Day, yang merupakan rangkaian reuni 40 tahun FE UI 86, menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi kami kepada almamater dan generasi mahasiswa FEB UI saat ini, sekaligus mencoba menjembatani tantangan education-to-employment gap agar adik-adik mahasiswa lebih matang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional," papar Sylvia.
Ia menyebut kontribusi alumni juga menjadi warisan lintas generasi. Ilmu, pengalaman, jejaring, dan kesempatan yang pernah diterima satu generasi diharapkan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Program tersebut tidak berhenti pada seminar. Sylvia mengatakan Career Mentorship akan berlangsung pada September hingga Desember 2026 dan menghadirkan para pembicara yang mengikuti kegiatan Career Advice Day.
Mahasiswa Bisa Melihat Perubahan Dunia Kerja
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FEB UI, Kiki Verico, menilai pengalaman alumni angkatan 1986 memiliki nilai penting bagi mahasiswa. Para alumni dapat memberikan gambaran mengenai perubahan dunia dan dunia kerja dari era 1980-an hingga saat ini.
Menurut Kiki, para alumni yang hadir telah melewati perjalanan panjang hingga menduduki posisi strategis. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa untuk memahami perubahan lingkungan profesional.
"Cuma tadi bos-bos saya yang di C-level, CEO-CEO ini, pasti punya pengalaman yang luar biasa membina dan melihat itu semua, balcony view-nya, helicopter view-nya, mulai dari tahun 80-an itu ketika kuliah sampai sekarang perubahannya seperti apa," kata Kiki.
Ia menilai kesempatan tersebut terlalu berharga untuk dilewatkan mahasiswa. Sebab, tidak setiap generasi mendapatkan kesempatan melihat langsung perjalanan perubahan dunia kerja melalui pengalaman para pemimpin perusahaan.
"Jadi sayang sekali menurut saya kalau mahasiswa nggak datang. Karena nggak ada angkatan yang seperti ini, karena dia bisa melihat proses perubahan ini. Pengalaman yang luar biasa," ucap Kiki.
Dari pengalaman Firman, pesan utama bagi generasi muda terlihat cukup jelas. Karier tidak hanya dibangun melalui ijazah atau posisi pertama, tetapi melalui kombinasi networking, kompetensi, kemauan belajar, pemahaman terhadap diri sendiri, soft skill, kerja keras, fokus, dan kejujuran.
Dengan bekal tersebut, generasi muda memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus membangun perjalanan profesional yang berkelanjutan. (*)