KARAWANG BEKASI DISWAY.ID - Setiap 14 September, Kabupaten Karawang memperingati hari jadinya. Tahun ini, usia Karawang genap 393 tahun.
Di balik angka tersebut, tersimpan perjalanan panjang sejarah pemerintahan Karawang yang bermula pada abad ke-17, ketika nama Singaperbangsa mulai tercatat sebagai sosok penting dalam terbentuknya pemerintahan di wilayah ini.
Salah satu penanda penting dalam sejarah tersebut adalah Piagam Pelat Kuningan Kandang Sapi Gede.
Piagam tersebut berkaitan dengan pengangkatan Singaperbangsa sebagai bupati pertama Karawang oleh Kerajaan Mataram dan kemudian menjadi salah satu tonggak dalam penetapan Hari Jadi Kabupaten Karawang yang diperingati setiap 14 September.
Namun, sejarah tidak hanya berbicara mengenai tanggal dan sebuah piagam. Di baliknya terdapat jejak mengenai di mana Singaperbangsa memimpin masyarakat Karawang, bagaimana kondisi wilayah yang dipimpinnya, hingga seperti apa kehidupan masyarakat pada masa tersebut.
Praktisi Sejarah Karawang, Dharma Putra Gotama, mencoba menelusuri kembali jejak itu melalui sejumlah peta lama yang menggambarkan kondisi Karawang pada abad ke-17.
Salah satu petunjuk menarik terdapat dalam peta abad ke-17 yang dibuat berdasarkan informasi dari peta Portugis serta pengalaman pelayaran kolonial VOC.
Dalam peta tersebut tercantum sebuah wilayah bernama Gudug-Gudug, yang diyakini memiliki keterkaitan dengan wilayah Udug-Udug yang dikenal saat ini.
"Di sini tinggal Singaperbangsa yang membawahi lebih dari 1.000 kepala keluarga," kata Dharma, Senin (7/9/2026).
Catatan dalam peta itu seolah membuka kembali gambaran mengenai pusat kehidupan masyarakat Karawang pada masa awal pemerintahan. Dari wilayah tersebut, perjalanan menuju Cirebon disebut membutuhkan waktu sekitar lima hari.
Permukiman Singaperbangsa dalam peta juga digambarkan berada di sebelah timur Sungai Citarum. Di bagian bawahnya terdapat percabangan sungai yang disebut sebagai Sungai Capadoa.
Petunjuk tersebut kemudian memunculkan persoalan ketika dibandingkan dengan kondisi geografis Karawang saat ini. Sebab, berdasarkan peta modern, wilayah Udug-Udug berada di sebelah barat Sungai Citarum.
"Kalau melihat peta sekarang, Udug-Udug itu berada di sebelah barat Citarum. Tetapi dalam peta abad ke-17 juga ada yang menggambarkan Udug-Udug di bagian barat Citarum," ujar Dharma.
Perbedaan gambaran itu membuat lokasi persis rumah atau pusat permukiman Singaperbangsa belum dapat dipastikan.
Menurut Dharma, salah satu kemungkinan adalah cakupan wilayah Udug-Udug pada masa lalu jauh lebih luas dibandingkan wilayah administratif yang dikenal saat ini.