Dari sebuah piagam kuningan hingga peta-peta tua, jejak tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan 393 tahun Karawang tidak lahir dalam ruang kosong.
Ada Singaperbangsa, ada masyarakat yang dipimpinnya, dan ada sebuah wilayah yang perlahan tumbuh menjadi Karawang seperti yang dikenal hari ini.
Menelusuri kembali jejak itu menjelang hari jadinya bukan sekadar mengulang sejarah, tetapi juga mencoba memahami dari mana perjalanan panjang Karawang bermula. (riz)