PDIP Sentil Etika Koalisi, Kursi Wabup Memanas

Kamis 15-10-2026,13:42 WIB
Reporter : Risky Pangestu
Editor : Ilham Prayogi

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi menyentil etika politik partai-partai koalisi pendukung Ade Kuswara Kunang-Asep Surya Atmaja pada Pilkada 2024. PDIP merasa tidak dihormati setelah Partai Buruh dan PPP mulai memunculkan nama kader untuk mengisi posisi wakil bupati di tengah proses hukum yang menjerat Ade sebagai bupati nonaktif.

 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun, mengibaratkan langkah tersebut seperti membicarakan pembagian harta gono-gini sebelum 40 hari orang meninggal dunia. Menurutnya, pengisian jabatan wakil bupati semestinya dibicarakan dengan mempertimbangkan etika politik dan kebersamaan koalisi.

 

“Mohon maaf nih, orang meninggal saja ada yasinan 40 hari. Ini 40 hari saja belum, udah langsung ngomongin wakil bupati. Sama kalau orang meninggal, 40 hari saja belum sudah ngomongin harta, kan enggak bagus. Ini yang harus dipahami oleh teman-teman,” kata Jiovanno, Rabu (14/10).

 

Jio menegaskan, politik tidak semata-mata soal perebutan kekuasaan. Sebagai negara yang berlandaskan Pancasila, Indonesia menjunjung nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, termasuk dalam membangun hubungan antar partai politik.

 

Ia mengingatkan, kemenangan pasangan Ade-Asep pada Pilkada 2024 merupakan hasil kerja bersama empat partai, yakni PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Buruh, dan Partai Bulan Bintang (PBB). Karena itu, seluruh partai diminta tetap menjaga komunikasi dan menghormati kontribusi masing-masing.

 

Di tengah dinamika tersebut, Jio membantah kabar bahwa PDIP telah mengusulkan nama kader untuk mengisi kursi wakil bupati. Ia menyatakan, partainya belum membahas kandidat yang akan mendampingi Asep Surya Atmaja apabila ditetapkan sebagai bupati definitif.

 

Sebaliknya, Jio menyoroti langkah Partai Buruh dan PPP yang mulai memunculkan nama kader. Ia mengingatkan, dinamika pengisian jabatan tersebut jangan sampai merusak hubungan politik yang telah terbangun, terlebih menjelang Pilkada 2029.

 

“Kalau misalnya Partai Buruh tetap mengusulkan nama, jangan sampai koalisi berhenti di sini saja. Kan Partai Buruh sudah mengusung Asep, politik ke depan masih jauh,” tegasnya.

Kategori :