Komisi V Soroti Keberadaan KCD Pendidikan METRO CIMAHI - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menggelar rapat kerja pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun 2020 bersama mitra kerja komisi. Dalam kesempatan tersebut rapat kerja pembahasan dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru'yat. Kata dia, hal yang dibahas dalam rapat pembahsan LKPJ Gubernur Tahub 2020 adalah target realisasi yang dicapai per-kegiatan setiap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) tahun 2020. Selanjutnya akan menjadi perbaikan atau evaluasi, untuk menjadi rekomendasi serta saran di tahun selanjutnya. “Tujuan LKPJ ini harus menjadi rekomendasi DPRD, untuk meningkatkan perbaikan di Jawa Barat" tegas Ru'yat. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V Abdul Hadi Wijaya mengatakan, dari hasil pembahasan tersebut pihaknya telah mendapatkan masukan-masukan. Satu di antaranya, terkait kantor representatif dari 13 Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan yang dimilik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kata dia, dari 13 KCD Pendidikan yang memiliki kantor definitif hanya ada 3 kantor. "Kami lihat ada beberapa hal yang perlu kami rekomendasikan antara lain yang pertama adalah agar KCD di seluruh Jawa Barat bisa segera untuk memiliki kantor representatif. Dari 13 KCD itu baru 3 yang baru punya kantor yang definitif, ini ternyata sudah ada rencana dari kepala dinas untuk membangun 7 kantor baru lagi tahun ini" terang Gus Ahad -sapaan karibnya. "Jadi kita Komisi V akan menekankan supaya dalam tahun 2022 akan tuntas semua KCD memiliki kantor yang definitf" imbuh dia. Disisi lain Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Muhammad Jaenudin menegaskan, pihaknya akan terus mendalami seluruh program dan kegiatan yang terdapat pada mitra kerja Komisi V. Beberapa hal yang sangat mendapat perhatian, salah satunya terkait refocusing anggaran yang banyak dilakukan Pemprov Jawa Barat akibat pandemi Covid-19. "Apalagi, perubahan anggaran melalui refocusing itu tidak melibatkan anggota DPRD"katanya. Jaenudin menjelaskan, refocusing anggaran bukan alasan sebuah program kerja tidak dapat mencapai target melainkan motivasi para OPD terkait untuk bekerja lebih optimal. Ia pun berharap, para mitra kerja komisi terpacu mengejar target-target yang belum tercapai di LKPJ Tahun 2020 karena beberapa alasan salah satunya adalah refocusing yang disebabkan oleh pandemi Pandemi Covid-19. "Refocusing ini jangan menjadi alasan tidak mencapai target, misalkan targetnya 10 dan yang terkejarnya 6 ini harus di kritisi lagi apakah betul dari anggaran atau mungkin memang ada faktor yang lainnya"pungkasnya. (red)
Jabar Punya 13 KCD Pendidikan, Tapi Baru Tiga Definitif
Selasa 06-04-2021,02:50 WIB
Editor : redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,07:13 WIB
Daftar 12 Tempat Beli Takoyaki Enak di Jatimulya Tambun Selatan, Nomor 11 Punya Katsuboshi Extra!
Selasa 28-07-2026,11:45 WIB
Danantara Genjot Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Melonjak 60 Persen
Selasa 28-07-2026,11:01 WIB
Tak Perlu Khawatir Lagi, Ratusan Pekerja PT Toyota Tsusho Lippo Cikarang Residence Sudah Dilindungi BPJS
Selasa 28-07-2026,16:01 WIB
Gebyar Harkopnas 2026, PHE ONWJ Pamerkan UMKM Binaan Istri Nelayan
Selasa 28-07-2026,14:59 WIB
14 Cara Membuat Kamar Tidur Anak Lebih Nyaman dan Sejuk, Rahasia Agar Deep Sleep Maksimal
Terkini
Selasa 28-07-2026,20:55 WIB
Jangan Sampai Menyesal! Ini 14 Cara Merawat Bodi Mobil agar Tidak Keropos Diserang Korosi Udara Asin
Selasa 28-07-2026,20:50 WIB
Lapor Pak Prabowo, Bahlil Sebut Pabrik Baterai EV Karawang Tuntas
Selasa 28-07-2026,20:38 WIB
Pemkab Bekasi Diminta Tak Molor Bahas Program 2027, Ketua DPRD Sukron : Setiap Tahun Bahas KUA-PPAS Terlambat
Selasa 28-07-2026,19:55 WIB
68 Pejabat Pemkab Karawang Ikuti Uji Kompetensi, Ini Pesan Sekda Asep Aang
Selasa 28-07-2026,19:36 WIB