'Minyak Sawit Merah', Antioksidan Super Sebagai Solusi Asupan Pangan Tinggi Vitamin A & E Bagi Kesehatan Tubuh

'Minyak Sawit Merah', Antioksidan Super Sebagai Solusi Asupan Pangan Tinggi Vitamin A & E Bagi Kesehatan Tubuh

Rivan Satria Jaluwardhana, Mahasiswa Teknologi Pangan, Universitas Padjadjaran.--karawangbekasi.disway.id

Penulis: Rivan Satria Jaluwardhana, Mahasiswa Teknologi Pangan, Universitas Padjadjaran

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Tidak selamanya minyak jahat bagi tubuh! Seringkali masyarakat beranggapan bahwa banyak jenis minyak berakibat negatif bagi tubuh, seperti tingginya kolesterol jahat sehingga berbahaya bagi sistem peredaran darah khususnya jantung, menimbulkan obesitas atau kenaikan berat badan, mempercepat penuaan dini, dan lainnya.

Namun, anggapan tersebut belum tentu berlaku bagi minyak yang proses pembuatannya lebih sederhana dari minyak goreng yang seringkali masyarakat gunakan untuk memasak, yaitu minyak sawit merah.

Minyak sawit merah atau red palm oil, merupakan jenis minyak yang berasal dari pohon kelapa sawit seperti minyak goreng pada umumnya tetapi tidak mengalami proses pemurnian dan pemutihan sebagaimana minyak goreng yang berwarna kuning.

Hal tersebut bukan diartikan bahwa kita mengkonsumsi minyak yang kotor, keruh, atau terdapat zat padat lainnya, melainkan warna merah yang khas sebagai agen antioksidan tinggi vitamin A dan E yang dikenal dengan senyawa beta-karoten serta vitamin E dalam bentuk tokoferol maupun tokotrienol.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Abidi (2003), proses pemurnian dan pemutihan pada minyak sawit menjadi minyak goreng yang awam masyarakat konsumsi justru menurunkan bahkan berpotensi menghilangkan senyawa beta-karoten, tokoferol, tokotrienol yang bermanfaat bagi tubuh.

Loganathan dkk (2017) dalam penelitiannya melaporkan bahwa kandungan beta karoten pada minyak sawit merah sekitar 600-750 ppm lalu tokoferol maupun tokotrienol sebesar 717-863 ppm.

Penelitian tersebut diperkuat oleh Delisle (2018) yang melaporkan kandungan karoten minyak sawit merah sekitar 500-700 ppm dengan kandungan tokoferol dan tokotrienol sebesar 600-1000 ppm.  

Berkaitan dengan kandungan lemak, uniknya minyak sawit merah mengandung asam lemak yang seimbang antara asam lemak jenuh yang kurang baik bagi kesehatan dan asam lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Ayeleso (2012) melaporkan bahwa minyak sawit merah mengandung 50% asam lemak jenuh, 40% asam lemak tak jenuh tunggal, dan 10% asam lemak tak jenuh ganda.

Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas minyak sawit merah yang tidak mudah mengalami oksidasi lipid atau kerusakan lemak seperti menyebabkan bau tengik atau penyimpangan rasa akibat kandungan asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi. Selain itu, kandungan tersebut berpengaruh terhadap kesehatan karena dapat mengimbangi kandungan asam lemak jenuh.

Penelitian yang dilakukan Rodriguez-Amaya dkk (2023) melaporkan bahwa minyak sawit merah memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh bahkan pengobatan suatu penyakit.

Minyak sawit merah berpotensi menjaga kesehatan sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), meningkatkan kesehatan mata atas tingginya kandungan vitamin A dalam bentuk beta-karoten, memiliki sifat antikanker, antihipertensi, antiatherogenik, menjaga kesehatan reproduksi bagi pria dan wanita, serta agen untuk melawan infeksi.

Sebagai perbandingan, Rukmana (2004) dalam penelitiannya melaporkan bahwa wortel segar mengandung karoten sebesar 8.285 μg/100g atau setara dengan 82.85 ppm. Kandungan karoten tersebut jauh lebih rendah dari minyak sawit merah yang mengandung 500-750 ppm sebagaimana dinyatakan oleh peneliti dalam penjelasan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: