Krisis Chip Global Dorong Harga Samsung Galaxy S26 Naik
Harga Samsung Galaxy S26 resmi naik di Indonesia pada 2026. Krisis chip global dan lonjakan biaya produksi membuat smartphone flagship Samsung semakin mahal.--
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID — Kenaikan harga ponsel flagship kembali jadi sorotan setelah Samsung Electronics resmi merilis Galaxy S26 dengan banderol lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Di Indonesia, varian Galaxy S26 reguler dengan RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB dibanderol Rp16,5 juta, naik sekitar Rp1,5 juta dari Galaxy S25. Varian 12GB/512GB bahkan naik Rp2,5 juta.
Sementara Galaxy S26+ mengalami kenaikan serupa untuk semua varian.
“Kenaikan harga disebabkan tekanan global pada biaya produksi, terutama kelangkaan chip memori akibat lonjakan permintaan untuk AI dan teknologi baru,” ujar Kim Jaejune, eksekutif bisnis chip memori Samsung, dikutip dari Reuters, Jum'at (27/2/2026).
BACA JUGA:Wanita Viral Kerap Tak Bayar Makan Akhirnya Diamankan Satpol PP, Nih Orangnya..
Kenaikan harga paling mencolok terlihat pada Galaxy S26 Ultra. Varian tertinggi kini 16GB RAM/1TB penyimpanan dibanderol Rp32 juta, naik dari Rp29 juta pada generasi sebelumnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Amerika Serikat dan Korea Selatan, menandakan tekanan biaya produksi bersifat global.
Laporan Reuters menyebut lonjakan harga ini sebagai upaya Samsung menjaga keseimbangan margin bisnis mobile dan display, sementara divisi chip justru mencatat laba rekor.
“Kelangkaan chip memori akan terus memengaruhi harga smartphone premium untuk beberapa waktu. Produsen harus cermat menjaga margin tanpa kehilangan permintaan pasar,” kata Sohn In-joon, analis di Heungkuk Securities.
BACA JUGA:Momentum Ramadan, Pemkab Karawang Salurkan Insentif untuk 19.148 Guru Ngaji dan Pegiat Keagamaan
Dengan harga flagship yang semakin tinggi, konsumen diperkirakan akan lebih selektif membeli ponsel baru.
Sebagian kemungkinan menunda pembelian atau memilih model generasi sebelumnya yang masih tersedia.
Krisis chip kini terasa langsung pada segmen premium, bukan hanya isu industri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: