Loyal pada Rakyat, Ali Khamenei Tolak Evakuasi Meski Risiko Serangan Meningkat
Ayatollah Sayyid Ali Khamenei saat menyampaikan pidato kenegaraan di Teheran sebelum wafat akibat serangan udara.--
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID — Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dilaporkan menolak sejumlah tawaran evakuasi sebelum serangan udara mematikan yang akhirnya merenggut nyawanya.
Keputusan itu diambil dengan pertimbangan utama yakni keselamatan rakyat Iran harus diutamakan.
Fakta tersebut diungkapkan Dr. Abdul Majid Hakeem Ilahi, perwakilan resmi Khamenei di India.
Menurutnya, ancaman serangan sebenarnya telah terdeteksi sejak awal.
BACA JUGA:Diwarnai Buka Puasa Bersama, Pengcab TI Kabupaten Karawang Kukuhkan 18 Unit Taekwondo
Namun Khamenei tetap memilih bertahan di kantor dan kediamannya, meski risiko keselamatan semakin tinggi.
Ia disebut menegaskan bahwa seluruh langkah pengamanan negara seharusnya lebih dulu diarahkan untuk melindungi masyarakat sipil Iran.
Evakuasi pribadi, menurut Khamenei, bukan pilihan yang etis ketika situasi sedang genting.
BACA JUGA:Spesifikasi Xiaomi 15 Pro Indonesia dan bocoran harga Maret 2026
“Sikap beliau sangat jelas. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama, bukan evakuasi pribadi,” ujar Abdul Majid dalam keterangannya dikutip Al Jazeera Rabu, (4/3/2026).
Serangan udara yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel tersebut berujung pada wafatnya Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Tragedi itu juga merenggut korban dari kalangan keluarga dekat.
Dalam peristiwa tersebut, istri Khamenei, menantunya yang merupakan istri dari putra laki-lakinya serta beberapa keponakannya dilaporkan turut menjadi korban serangan.
BACA JUGA:Cair! Rp176 Miliar Digelontorkan untuk THR Pegawai Pemkab Bekasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: