Kalau Bukan Kita, Siapa yang Jaga Cikarang?

Kalau Bukan Kita, Siapa yang Jaga Cikarang?

Kalau Bukan Kita, Siapa yang Jaga Cikarang?--karawangbekasi.disway.id

 

Pers yang terlalu dekat dengan kekuasaan berisiko kehilangan daya kritis. Namun pers yang bertanggung jawab akan menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah.

 

Kontrol sosial tidak boleh mati. Karena ketika kritik dibungkam, penyimpangan akan tumbuh subur.

 

Pada akhirnya, pertanyaan “kalau bukan kita, siapa yang jaga Cikarang?” adalah ajakan untuk berhenti menunjuk dan mulai bergerak.

 

Menjaga tidak selalu berarti aksi besar. Ia bisa dimulai dari: Menjaga ketertiban di lingkungan. Tidak terlibat dalam praktik melanggar hukum. Mendukung kebijakan yang pro-rakyat. Mengawasi penggunaan anggaran dan Mendidik anak dengan nilai tanggung jawab.

 

Cikarang terlalu berharga untuk dibiarkan rusak oleh ketidakpedulian. Ia adalah rumah bagi buruh yang bekerja keras, pengusaha yang berinvestasi, pedagang kecil yang menggantungkan harapan, dan anak-anak yang bermimpi tentang masa depan.

 

Jika kita ingin Cikarang tetap menjadi pusat pertumbuhan yang manusiawi bukan sekadar kawasan industri tanpa jiwa maka jawabannya jelas: kita semua harus terlibat.

 

Karena kota tidak pernah benar-benar runtuh oleh serangan dari luar. Ia hancur perlahan ketika warganya berhenti peduli.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: