Pilkada Kabupaten Bekasi Menghangat, Para Kandidat Cabup-Cawabup Perang Baliho

Pilkada Kabupaten Bekasi Menghangat, Para Kandidat Cabup-Cawabup Perang Baliho

Para kandidat Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Bekasi, saat ini mulai 'perang' baliho dan poster untuk mensosialisasikan diri kepada masyarakat umum. --karawangbekasi.disway.id

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Hawa kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang nampak mulai menghangat. 

Terbukti, para kandidat Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) saat ini mulai 'perang' baliho dan poster untuk mensosialisasikan diri kepada masyarakat umum. 

Berdasarkan pantauan Cikarang Ekspress, sejumlah banner, baliho hingga billboard calon Bupati Bekasi terpampang di sejumlah tempat umum pada ruas jalan raya di Kabupaten Bekasi.

Tampak dalam alat peraga kampanye itu tersebar menampilkan wajah hingga maksud tujuan untuk menjadi kepala daerah dimaksud diantaranya Ade Kuswara Kunang, Akhmad Marjuki, BN. Holik Qodratullah, Siti Qomariah.

BACA JUGA:PMPL RT/RW Kabupaten Bekasi Deklarasi Dukung Ade Kuswara Kunang Jadi Bupati Bekasi

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Son Haji mengatakan sebaran banner itu upaya sosialisiasi menaikkan elektabillitas dan popularitas. Berbekal raihan 10 kursi di Pileg 2024 kemarin, Partai Golkar tetap akan mengusung Ketua DPD Kabupaten Bekasi, Akhmad Marjuki, sebagai calon Bupati Bekasi. 

"DPP Partai Golkar kan sedang melakukan survei lagi nih, survei yang kedua sampai dengan tanggal 15 July 2024 besok, mudah-mudahan yang sebelumnya elektabilitas sudah mencapai 34% bisa naik diatas 50% tentunya dengan adanya publikasi dari sosialisasi yang tersebar," kata Son Haji, kepada Cikarang Ekspress, Sabtu (13/07) .

Menurut Son Haji, internal partai sudah memiliki mekanisme dan tata cara dalam menentukan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung di Pilkada 2024. Salah satu hal utama yang dikedepankan Partai Golkar adalah survei terhadap popularitas dan elektabilitas calon tersebut.

"Kita Partai Golkar punya mekanisme sendiri, mekanisme yakni melakukan uji survei, jadi saat ini tengah dilakukan uji survei oleh DPP Partai Golkar terhadap pasangan calon wakil nya pak Akhmad Marjuki," kata Son Haji.

BACA JUGA:Pj Bupati Bekasi Kukuhkan dan Serahkan 172 SK Penyesuaian Periode Masa Jabatan Kepala Desa

"Misalnya Pak Akhmad Marjuki dengan A, dengan si B maupun dengan si C. Jadi bukan hanya dengan partai yang ikut untuk berkoalisi, partai yang sudah berkoalisi pun kader nya, maupun ketua umum nya kita masukan untuk dipasangkan dengan pak Akhmad Marjuki, simulasi pasangan," sambungnya. 

Disinggung mengenai Partai Golkar yang belum menentukan arah koalisi, Son Haji mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa partai politik yang belum menentukan sikap seperti Partai NasDem, PAN dan Partai Buruh. Hanya saja sifatnya masih proses bergaining.

"Memang kita sudah berkoordinasi dengan beberapa partai politik NasDem, PAN dan Partai Buruh hanya saja masih proses margening koalisi yang mana mereka menyodorkan calon untuk menjadi wakil nya pak Akhmad Marjuki," ucap dia.

Kendati demikian, Son Haji bilang, Partai Golkar tidak mau terburu-buru menentukan pasangan sebelum lihat dari hasil survei. Sebab berkaca pada pengalaman di Pilkada 2020 DPP Partai Golkar mengedepankan melalui hasil survei.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: cikarang ekspress