Viral Video Seorang Mitra MBG Joget di Dapur MBG Berujung Teguran hingga Sidak BGN
Viral Video Pria Joget di Dapur MBG Berujung Teguran hingga Sidak BGN.--tangkapan layar/google
"Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak masalah dihujat setiap hari, dan saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Hendrik dalam unggahannya.
Ia menyayangkan dirinya menjadi sasaran kritik, padahal menurutnya, skema insentif itu berlaku untuk semua dapur MBG.
"Semua SPPG dapat, jadi bukan saya saja yang dapat. Tapi kenapa netizen menyerang saya saja. Saya enggak masalah sebetulnya, saya meminta maaf atas huru-hara di media sosial karena ulah saya. Bilamana ada tutur kata saya yang menyakiti netizen, saya memohon maaf," katanya.
BGN Beri Teguran Keras dan Menangguhkan Dapur
Badan Gizi Nasional (BGN) merespons video viral tersebut dengan memberikan teguran keras kepada Hendrik. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa pihaknya telah menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu Hendrik.
"Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu," kata Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).
BGN menyayangkan tindakan Hendrik, terutama karena dilakukan di lingkungan dapur tanpa APD. Setelah pemeriksaan, dapur SPPG milik Hendrik di-suspend karena tata letak dapur dan sistem pengolahan limbah (IPAL) yang tidak memenuhi ketentuan.
"Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend," kata Nanik.
BGN menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar bisnis, melainkan upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak.
Dampak Penutupan Dapur pada Relawan
Menurut Hendrik, penutupan dapur berdampak pada sekitar 150 relawan yang terlibat dalam operasional SPPG. Para relawan ini bertugas dalam memasak, pengemasan, distribusi, hingga pencucian peralatan makan.
"Dengan keputusan BGN, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja. Jadi mungkin inilah dampaknya mungkin saya terlalu frontal," ujar Hendrik.
Hendrik mengaku prihatin terhadap nasib para relawan yang telah bekerja dengan penuh semangat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: