Penampungan Korban Banjir Diusulkan Jadi Prioritas di Cikarang Pusat

Penampungan Korban Banjir Diusulkan Jadi Prioritas di Cikarang Pusat

Musrenbang Kecamatan Cikarang Pusat-Kbe-Kbe

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat mengusulkan penyediaan tempat penampungan sementara bagi warga terdampak banjir agar masuk dalam skala prioritas pembangunan.

Pasalnya, sejumlah wilayah di kecamatan tersebut rutin dilanda banjir setiap tahun, sementara masyarakat enggan direlokasi dari permukiman asal.

Hal tersebut terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 yang berlangsung di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi pada Selasa (10/02/2026).

BACA JUGA:Sudah Jadi Bagian Gaya Hidup, Samsung Dorong Evolusi Pengalaman Audio

Plt Camat Cikarang Pusat Khairul Hamid mengatakan, persoalan banjir menjadi salah satu isu paling mendesak selama dirinya bertugas. Menurutnya, wilayah Pasiranji dan Pasir Tanjung hampir setiap tahun terdampak banjir, terutama pada periode Januari hingga Maret.

“Banjir itu sudah pasti terjadi setiap tahun. Masyarakat juga tidak ingin direlokasi, sehingga yang paling dibutuhkan adalah tempat penampungan sementara,” ujar Khairul Hamid kepada Cikarang Ekspres.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat lahan TPU yang berada dalam pengelolaan Disperkimtan, dengan bangunan pendopo yang secara administrasi masuk wilayah Desa Pasir Tanjung, meski lokasinya lebih dekat ke Pasiranji. Namun, kondisi bangunan tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan.

BACA JUGA:Jalan Purwadana Amblas Tergerus Air Citarum

“Atapnya banyak yang rusak, kamar mandi juga sudah tidak berfungsi,” katanya.

Berdasarkan pendataan, jumlah warga terdampak banjir di wilayah tersebut mencapai sekitar 200 hingga 250 kepala keluarga. Kondisi serupa juga dialami warga di Desa Pasir Tanjung yang hingga kini masih mengandalkan fasilitas sementara saat banjir terjadi.

Untuk tahun 2026, Kecamatan Cikarang Pusat mendapatkan alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp13,56 miliar yang tersebar di sejumlah desa. Meski demikian, masih terdapat satu desa yang belum terakomodasi dalam pembangunan pada tahun berjalan.

BACA JUGA:Berjuang di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Nursa’adah Lulus Unsika dengan IPK 3,68 Sambil Bekerja

Sebagai upaya mengatasi keterbatasan anggaran, pemerintah kecamatan mendorong pembangunan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menggandeng sejumlah pihak swasta.

“Kami terus mendorong CSR agar pembangunan bisa menjangkau desa yang belum ter-cover,” pungkasnya. (Iky)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: