Banjir Dua Pekan, Warga Puri Nirwana Residences Kepung Pengembang

Banjir Dua Pekan, Warga Puri Nirwana Residences Kepung Pengembang

Warga Puri Nirwana Residences Kepung Pengembang-Kbe-Kbe

KABUPATEN BEKASI - Kesabaran warga Perumahan Puri Nirwana Residences (PNR), Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, akhirnya habis. Banjir yang merendam permukiman mereka selama hampir dua pekan memicu kemarahan ratusan warga hingga berujung aksi mendatangi kantor pemasaran perumahan, Jumat (30/1/2026) sore.

Warga menuntut pertanggungjawaban penuh pengembang, PT Nirwana Karisma, atas banjir berkepanjangan yang melumpuhkan aktivitas harian, akses pendidikan, hingga perekonomian keluarga. Mereka menilai banjir bukan semata akibat curah hujan tinggi, melainkan dipicu buruknya sistem drainase internal perumahan yang tak mampu mengalirkan air.

Genangan air bahkan sempat mencapai setinggi orang dewasa dan bertahan lama tanpa penanganan berarti. Kondisi ini membuat kawasan perumahan berubah layaknya kolam besar.

BACA JUGA:Pemerintah Fokus Perbaikan Infrastruktur Pascabencana di Sejumlah Daerah

Salah seorang warga terdampak, Hani Rahayu (42), menyebut selama dua pekan banjir berlangsung, warga merasa dibiarkan tanpa solusi dan bantuan.

“Dua minggu kami kebanjiran, tidak ada solusi, tidak ada bantuan. Akses tertutup, anak-anak tidak sekolah, orang tua tetap kerja harus terobos banjir. Ini jelas merugikan kami,” tegasnya.

Meski genangan mulai surut, air masih setinggi lutut orang dewasa di sejumlah titik. Menurut Hani, wilayah terparah berada di Blok N, Blok P, dan Blok NRT 7, yang menjadi kawasan paling rendah dan paling lama tergenang.

BACA JUGA:Kerugian Banjir di Kabupaten Bekasi Ditaksir Miliaran Rupiah

Warga mendesak pengembang segera mengeringkan seluruh genangan air dan membenahi total sistem drainase agar banjir tidak terus berulang.

“Kami minta hari ini air harus kering. Soal jangka panjang silakan dibahas, tapi sekarang air harus hilang dulu. Drainase di sini tidak berfungsi,” ujarnya.

Aksi sempat memanas lantaran pihak pengembang tidak langsung menemui warga. Ketegangan mereda setelah perwakilan pengembang akhirnya hadir dan membuka ruang mediasi.

 

Pengembang Klaim Izin Lengkap, Tak Akui Kesalahan

Menanggapi protes warga, Legal PT Nirwana Karisma, Dewi Rosmauli, menyatakan pihaknya fokus pada penanganan darurat banjir sesuai tuntutan warga. Pengembang mengaku telah menyiapkan pemanggilan petugas pemadam kebakaran (Damkar), pendirian posko dapur umum dan medis, serta menyiagakan perahu karet dan kendaraan operasional.

“Warga minta penanganan segera, dan itu yang kami lakukan. Damkar, posko, perahu karet, dan mobil operasional sudah kami siapkan,” kata Dewi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: