1.783 Jemaah Haji Karawang Siap Berangkat ke Tanah Suci
Calon jemaah haji Karawang yang akan berangkat ke tanah suci-Dokumentasi Karawang Bekasi Disway-
KARAWANG BEKASI DISWAY.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Karawang mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Dari estimasi kuota sebanyak 1.807 jemaah, sebanyak 1.783 calon jemaah sementara ini dinyatakan siap dan mulai melakukan proses verifikasi data.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, Rojak, mengatakan proses persiapan dilakukan sejak jauh hari, mulai dari verifikasi dan perbaikan data, kesiapan kesehatan, hingga pembekalan manasik haji.
“Estimasi kuota 1.807, untuk diverifikasi dan persiapan. Data sementara yang sudah diverifikasi dan siap sementara ini 1.783 calon jemaah haji,” kata Rojak.
Dari 1.783 calon jemaah yang telah diverifikasi tersebut, sebanyak 845 orang merupakan laki-laki dan 938 orang perempuan.
Rojak mengatakan, pihaknya mulai melakukan sosialisasi kepada calon jemaah di sejumlah titik. Sedikitnya terdapat sembilan titik sosialisasi yang disiapkan untuk memberikan informasi sekaligus memastikan kesiapan calon jemaah menghadapi sejumlah tahapan sebelum keberangkatan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kesiapan kesehatan. Calon jemaah akan mendapatkan informasi dan pembekalan terkait kondisi kesehatan sebagai bagian dari persiapan menuju tahapan pelunasan biaya haji.
Menurut Rojak, aspek kesehatan akan menjadi perhatian lebih dalam penyelenggaraan haji tahun mendatang. Karena itu, calon jemaah diminta mempersiapkan kondisi fisiknya sejak awal.
Selain kesehatan, pembekalan mengenai manasik haji juga mulai dipersiapkan. Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang akan menggandeng Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memberikan pendampingan kepada calon jemaah.
Saat ini terdapat 17 KBIHU di Karawang yang akan turut membantu memberikan bimbingan manasik kepada calon jemaah.
“Fisik dan bekal manasik haji, ilmu dan lain-lain, agar tidak terlalu kebingungan. Jadi ada bekal manasik yang kuat, baik bimbingan manasik dari kementerian maupun KBIHU,” ujar Rojak.
Tak hanya itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menggandeng bank penerima setoran biaya perjalanan ibadah haji. Kerja sama tersebut dilakukan agar calon jemaah mendapatkan informasi seluas-luasnya mengenai persiapan finansial, termasuk menghadapi tahapan pelunasan.
Hal tersebut dinilai penting karena calon jemaah perlu mempersiapkan dana sejak awal, sehingga tidak mengalami kesulitan ketika waktu pelunasan telah ditetapkan.
Sementara mengenai besaran biaya haji 2027, Rojak menyebut pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Sebelumnya, sosialisasi telah dilakukan sembari menunggu kepastian terkait biaya penyelenggaraan ibadah haji.
“Tahun kemarin Rp82 juta sekian, tahun ini masih menunggu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


