3. Teknik Penyemprotan yang Tepat
Terlepas dari apa yang mungkin dipikirkan, pelaksanaan fogging DBD melibatkan prosedur yang harus diikuti dengan benar agar hasilnya optimal. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan termasuk:
- Konsentrasi malation dalam larutan pengasapan sekitar 4-5%.
- Pemilihan nozzle (perangkat penyemprot) yang sesuai dengan larutan pelarut dan output yang diinginkan.
- Jarak optimal antara moncong mesin penyemprot dengan target adalah 100 m, dengan jarak efektif sekitar 50 m.
- Kecepatan berjalan saat melakukan penyemprotan, dengan area yang dapat dicakup oleh swing fog sekitar 500 m2 atau 2-3 menit untuk satu rumah dan halamannya.
Waktu penyemprotan juga harus disesuaikan dengan kepadatan atau aktivitas puncak nyamuk, biasanya antara pukul 09.00-11.00 pagi, untuk memastikan keberhasilan total dalam pembasmian nyamuk.
4. Pentingnya Ventilasi Setelah Proses Pengasapan
Walaupun mungkin terasa tidak nyaman saat proses penyemprotan berlangsung, penting untuk memperhatikan langkah-langkah setelahnya agar efektivitasnya maksimal.
Rumah yang telah disemprot harus dibiarkan terbuka selama sekitar 1 jam agar nyamuk yang masih hidup dalam rumah dapat terbunuh sepenuhnya. Tak hanya itu, waktu ini juga memungkinkan malation atau insektisida lainnya bekerja secara efektif untuk membunuh nyamuk.
Penting untuk tidak langsung menutup ventilasi setelah proses pengasapan selesai, melainkan buka pintu dan jendela agar udara segar dapat masuk dan membantu menghilangkan zat-zat kimia yang tersisa.\
5. Pentingnya memperhatikan makanan atau minuman yang terpapar asap fogging DBD,
Untuk menghindari konsumsi yang tidak aman. Lebih baik membuang makanan yang terkena asap fogging dan memastikan anak-anak tidak mengonsumsinya karena kemungkinan kontaminasi zat kimia yang berbahaya.
6. 6. Tidak ada jaminan Nyamuk hilang sepenuhnya meski sudah disemprot Fogging
Meskipun jadwal penyemprotan di lingkungan rumah diatur dengan cermat, tidak menjamin bahwa nyamuk DBD akan terbasmi sepenuhnya. Penyebab demam berdarah tidak hanya berasal dari nyamuk, tetapi juga karena lingkungan rumah yang tidak sehat.
Keberadaan jentik nyamuk di tempat penampungan air yang terbuka dan tumpukan barang yang menjadi sarang nyamuk tetap merupakan ancaman. Gaya hidup yang tidak sehat juga dapat melemahkan daya tahan tubuh, meningkatkan risiko terkena penyakit.
7 . 7. Nyamuk yang menjadi penyebab demam berdarah dapat menjadi resisten terhadap fogging
Perlu diketahui bahwa nyamuk yang menjadi penyebab demam berdarah dapat menjadi resisten terhadap fogging, sehingga lebih sulit untuk dibasmi. Resistensi nyamuk dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti konsentrasi insektisida, frekuensi penyemprotan, dan luas area penyemprotan. Paparan insektisida yang terus-menerus dapat menyebabkan adaptasi pada nyamuk, sehingga meningkatkan jumlah nyamuk yang resisten. Bahkan, nyamuk yang resisten dapat mewarisi sifat kekebalannya kepada keturunannya. Mereka akan terus mengembangkan resistensi terhadap berbagai jenis insektisida agar tetap bertahan hidup.