SERANG BARU - Jenazah seorang balita berinisial I (4) yang tenggelam di Kali Cikarang, Perumahan Grand Cikarang Village (GCV), Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa (27/01/26) siang.
Komandan Tim Basarnas Unit Siaga SAR Bekasi, I Putu Suwartika, mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan insiden tersebut, pihaknya langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 14.30 WIB.
"Korban ditemukan mengambang di pinggir kali, berjarak sekitar 1,7 kilometer dari lokasi awal korban diperkirakan jatuh," jelas I Putu Suwartika.
BACA JUGA:Drainase Mampet, Warga Nagasari Keluhkan Genangan Air
Proses pencarian korban dilakukan secara intensif dengan menggunakan perahu karet untuk menyisir area sejauh 3 kilometer dari lokasi kejadian. Selain itu, penyisiran juga dilakukan sejauh 1 kilometer dengan perahu karet tambahan serta pemantauan jalur darat sejauh 2 kilometer.
Namun, upaya pencarian menemui sejumlah kendala karena kondisi aliran Kali Cikarang yang masih alami dan dipenuhi dengan banyak bambu serta hambatan lainnya. "Hal ini membuat proses manuver dan penyisiran menjadi cukup sulit," tambahnya.
Operasi pencarian ini melibatkan puluhan personel dari berbagai pihak, termasuk Basarnas Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Serang Baru, Babinsa Serang Baru, BPBD Kabupaten Bekasi, serta sejumlah organisasi relawan seperti KORGAD, ESLAN, Semut Rescue, SAR MTA, RTB, Senkom Rescue, FPRB Kabupaten Bekasi, FKPPI, Mitra Wijayakarta, Lingkaran Peduli, Pendekar Rescue, Katar Mustika Jaya, Katana Jatimulya, Ranting, dan masyarakat setempat.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional JBB Terima Kunjungan Universitas Pertamina di ITJ Plumpang Jakarta
Sebelumnya dilaporkan bahwa korban bersama dua orang temannya sedang bermain di tepi Kali Cikarang pada Senin (26/01) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dua teman korban berhasil diselamatkan oleh saksi di lokasi kejadian, namun satu korban hanyut terbawa arus hingga akhirnya tenggelam.
Camat Serang Baru, Deni Mulyadi mengatakan peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar aliran sungai atau area berbahaya lainnya.
BACA JUGA:CBR Club Gelar Honda Track Day 2K26, Edukasi Balap dan Ajang Silaturahmi Komunitas CBR
"Ini tentu menjadi perhatian kita semua, terutama warga perumahan yang tinggal di dekat bantaran sungai agar lebih memperhatikan lagi anak-anaknya agar diawasi jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," kata dia. (mil)